Aksi Simpatik PSI Jabar Lawan Wabah Covid-19 dengan Membagikan Masker

Bandung Raya

Selasa, 24 Maret 2020 | 00:06 WIB

200324001929-aksi-.jpg

istimewa

Guyuran hujan tak menyurutkan kader-kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat membagikan Masker ke masyarakat kota Bandung, Senin, (23/3). Masker hasil sumbangan swadaya para kader tersebut di bagikan kepada para pejalan kaki, pengendara motor, sopir dan penumpang angkot, pedagang kaki lima, satpam serta masyarakat sekitar jalan Banda dan Jalan Riau.

“Hingga kini masker masih sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi bagi mereka yang masih terpaksa keluar rumah karena berbagai alasan. Sementara di beberapa apotek stok masker mulai habis” kata Ketua DPW PSI Jabar, Furqan AMC.

Kalkulasi pemerintah pada tanggal 20 Maret lalu, 600.000 hingga 700.000 orang penduduk Indonesia beresiko terinfeksi virus Corona berdasarkan simulasi kontak pasien positif dengan berbagai pihak selama 14 hari terakhir. Tidak semua yang terfinfeksi menunjukkan gejala, sehingga mereka yang terlihat sehat bisa saja membawa virus Covid-19.

“Maka saat ini penting bagi siapa pun untuk memakai masker di luar rumah, tidak hanya mereka yang sakit saja. Namun jika tidak ada kondisi yang memaksa, sebaiknya jangan keluar rumah” tegas Furqan.

Selain bagi-bagi masker, DPW PSI Jawa Barat juga membentangkan spanduk mengimbau masyarakat untuk mematuhi Social Distancing. Pada spanduk pertama tertulis himbauan “Waspada Covid-19, Jaga Jarak Interaksi”, sedangkan pada spanduk kedua tertulis “Waspada Covid-19, Lebih Baik di Rumah Daripada di Rumah Sakit”.

Furqan menambahkan, Social Distancing menjadi sangat penting untuk disosialisasikan secara massif terus menerus guna menghambat laju penyebaran virus Covid-19. Bahkan saat ini WHO sudah menggunakan istilah “Physical Distancing” untuk menegaskan pentingnya menjaga jarak ruang antar orang.
 
“Jika pembatasan jarak interaksi bisa diterapkan dengan disiplin ketat oleh seluruh masyarakat ditambah upaya cepat yang dilakukan pemerintah untuk mendeteksi mereka yang terinfeksi, maka penanganan wabah ini bisa jauh lebih optimis.” jelas mantan aktivis 98 ini.

Ibarat fenomena puncak gunung es, yang terdeteksi hanya sebagian kecil puncaknya saja. Artinya yang terinfeksi sesungguhnya jauh lebih besar dari yang terdeteksi. Situasi ini dimungkinkan karena inkubasi virus berlangsung cukup lama, yakni 14 hari.

Dalam 14 hari tersebut banyak orang tidak menyadari dirinya terpapar dan karena merasa sehat mereka beraktivitas seperti biasa, berinteraksi dengan banyak orang. Dalam dua hari terakhir pertambahan kasus positif lebih 200 orang. Update hari ini, Senin, 23 Maret 2020, ada 579 kasus, baru 30 orang yang sembuh, sementara 49 orang meninggal.

Sementara itu, kordinator aksi Deris Kuswanto menjelaskan bahwa aksi ini tidak akan berhenti di sini saja. Tapi PSI Jabar akan melakukan aksi penggalangan dana untuk bersolidaritas terhadap pekerja informal. Kita akan upayakan masker, hand sanitizer, disinfektan, konsumsi atau pun sembako untuk para pekerja informal yang terganggu penghasilan hariannya gara-gara situasi wabah corona ini.

Editor: boedi azwar

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR