STIKes BTH Tasikmalaya Bagi-Bagi Hand Sanitizer Gratis

Daerah

Senin, 23 Maret 2020 | 20:31 WIB

200323203150-stike.jpg

Septian Danardi

MENGANTISIPASI penyebaran virus Corona, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada (STIKes BTH) Kota Tasikmalaya, bagi-bagi hand sanitizer gratis bagi warga dan para pekerja yang tidak bisa bekerja di rumah. Bagi-bagi ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dan serta dosen dalam upaya mencegah penyebaran serta memudahkan warga akibat kelangkaan hand sanitizer di pasaran.

Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dr. Saeful Amin, M. Si, Apt mengatakan, pembagian hand sanitizer gratis untuk sementara ini masih diperuntukkan di wilayah Kota Tasikmalaya terutama di sekitar masjid, pesantren, tempat keramaian, orang yang mobile atau tidak bisa work from home. Misalnya pada pengemudi ojol dan warga yang membutuhkan terutama yang kurang mampu.

Pembagian bagi warga secara individu, kata Amin, masih sebatas hand sanitizer. Selain karena warga tinggal di rumah juga warga yang lebih banyak beraktifitas di rumah.

"Jadi diharapkan warga yang di rumah, bisa lebih efektif dengan cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir. Hand sanitizer hanya diberikan kepada warga yang mobile," kata Amin, yang didampingi Dr. Anna Yuliana, SKM, M. Si, Senin (23/3/2020).

Sementara hand sanitizer ini, kata Amin, diproduksi sendiri sebagai salah satu bentuk program pengabdian kepada masyarakat dosen Prodi S1 Farmasi dan Prodi Apoteker STIKes BTH yang dikordinir oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIKes BTH.

"Ditambah beberapa perusahaan yang memberikan donasi sebagai bentuk CSR dengan menyediakan bahan atau dana untuk produksi. STIKes BTH menjadi tim produksinya," tambah Amin.

Untuk hand sanitizer yang dibuat yakni ukuran kemasan 50 ml, dibagikan kepada individu yang bekerja mobile. Ukuran 350 ml dan 500 ml dibagikan untuk masjid dan fasilitas umum serta ukuran 1000 ml yang dibagikan kepada sejumlah pondok pesantren (ponpes).

"Harapan kami, kedepannya ada support dari pemerintah dalam pemenuhan bahan baku sehingga kelangsungan produksi bisa terus terjaga. Bahkan bisa lebih banyak memproduksi guna memenuhi tingginya kebutuhan hand sanitizer," tuturnya.

Disinggung apakah program bagi-bagi ini akan dilakukan rutin selama warga membutuhkan hand Sanitizer, Amin menyatakan selama ada support untuk proses produksi, pihaknya akan terus melakukanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR