Di Sumedang, ODP Covid-19 Berisiko Capai 1.807 Orang

Daerah

Senin, 23 Maret 2020 | 18:15 WIB

200323181529-di-su.jpg

dok

PEMERINTAH Kabupaten Sumedang menyatakan, saat ini terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 berisiko tapi tidak bergejala sebanyak 1.807 orang. Mereka baru datang dari wilayah terkonfirmasi.

"Sedangkan ODP bergejala dan juga baru datang dari wilayah terkonfirmasi, berjumlah 26 Orang. Sementara untuk kasus positif Covid-19 dan pasien dalam pengawasan (PDP), jumlahnya masih tetap masing-masing 1 orang," jelas Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir dalam siaran persnya, Senin (23/3/2020).

Lonjakan ODP Berisiko terjadi karena teridentifikasi adanya warga di beberapa kecamatan yang bermata pencaharian di Jakarta dan pulang kampung. Kebanyakan dari mereka adalah warga Kec. Cisarua, Cibugel, Jatinunggal, Ujungjaya, Tomo, dan Paseh.

Melalui pemerintahan desa setempat, mereka diimbau untuk melakukan pemantauan secara mandiri dan membatasi interaksi sosial untuk jangka waktu 14 hari ke depan.

Selanjutnya, apabila ada keluhan seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, mereka disarankan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

Pada kesempatan ini, Dony menyambut baik kebijakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang akan melakukan Tes Masif Covid-19 di seluruh wilayah, termasuk di wilayah Kabupaten Sumedang.

"Kebijakan ini sangat positif sebagai ikhtiar, untuk pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang sangat mendukung itu," tandasnya.

Disamping itu, sambung Dony, diminta kepada segenap warga Sumedang, agar menaati serta melaksanakan seluruh imbauan dan anjuran dari pemerintah.

"Tetaplah tenang dan jangan panik. Sebab saat ini kita tengah sama-sama berjuang melawan virus Corona. Mari selalu tingkatkan kesehatan disertai dengan asupan yang seimbang. Dan tentunya jangan lupa berdoa, untuk meminta perlindungan dari Allah SWT," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR