Seorang Warga Positif Covid-19, Lonjakan ODP di Sumedang Capai 986 Orang

Daerah

Minggu, 22 Maret 2020 | 17:48 WIB

200322175004-seora.jpg

Ade Hadeli

Wartawan yang akan mengikuti jumpa pers, melewati pemindaian suhu tubuh menggunakan thermal gun, di Gedung Negara, Ahad (22/3/2020).

SEORANG warga Sumedang, dikabarkan teridentifikasi positif Covid-19, dan kini tengah disiolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang. Temuan warga positif Covid-19 itu, dibarengi dengan lonjakan orang dalam pemantauan (ODP) yang mencapai 986 orang.

“Kondisi yang bersangkutan terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit. Akan tetapi setelah dilakukan tes, hasilnya positif. Yang bersangkutan itu sendiri, diduga terpapar Covid-19 di Bandung, lantas dikonfirmasi ke Sumedang, sesuai alamat di KTP-nya,” kata Bupati Sumedang, Dr.H.Dony Ahmad Munir, saat menggelar jumpa pers, di Gedung Negara, Ahad (22/3/2020).

Dengan demikian, perkembangan Covid-19 di Sumedang, meliputi positif (+) 1 orang , Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 986 orang.

Sedangkan adanya lonjakan ODP, terjadi karena teridentifikasi adanya warga di beberapa kecamatan, (yang paling banyak Kecamatan Cisarua, Kecamatan Paseh, Kecamatan Wado, Kecamatan Jatigede dan Kecamatan Ujungjaya), yang bermata pencaharian di Jakarta (luar kota) pulang kampung. Sekarang mereka dikarantina di rumahnya masing-masing untuk jangka waktu 14 hari ke depan. ”Pemantauan dilakukan oleh petugas Puskesmas bekerjasama dengan camat, unsur Forkopimcan dan jajaran pemerintah desa,” kata Dony.

Mengingat adanya perkembangan situasi, serta dalam rangka mengantisipasi keadaan yang tidak menguntungkan. Terlebih melihat penyebaran Covid-19 yang sangat masif, baik di tingkat regional, nasional maupun global, maka Pemerintah Kabupaten Sumedang berdasarkan hasil Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, menetapkan bahwa kebijakan sosial distancing (pembatasan jarak atau interaksi sosial secara disiplin) harus dioptimalkan, baik untuk Aparatur Sipil Negara(ASN)maupun untuk masyarakat luas.

Untuk mengoptimalkan kebijakan social distancing di lingkungan ASN Pemerintah Kabupaten Sumedang, mulai hari Senin besok tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan tanggal 31 Maret 2020,  telah instruksikan kepada semua pejabat pengawas (Eselon 4), pejabat fungsional (termasuk guru), serta para pelaksana agar melaksanakan kebijakan bekerja dari rumah(flexible working arrangement/FWA).

Sedangkan untuk para pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon 2), administrator (Eselon 3), para kepala sekolah, serta ASN yang bertugas memberikan pelayanan publik, agar tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. ”Khusus untuk para pelaksana yang memberikan pelayanan publik, pelaksanaan tugasnya dilakukan secara bergantian/shift berdasarkan pengaturan dari kepala SKPD,” ujarnya.

Sementara itu, tempat pelayanan publik yang teridentifikasi rawan dapat mengundang kerumuman massa, seperti Mal Pelayanan Publik, mulai hari Senin besok tanggal 23 Maret 2020, untuk sementara ditutup sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Untuk itu, kepada masyarakat diimbau untuk menunda sementara semua kebutuhan pelayanan publik. Bagi yang benar-benar membutuhkan dan tidak dapat ditunda, diminta untuk menghubungi SKPD terkait.

Demikian pula, sambung Dony,  semua tahapan kegiatan dalam rangka Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2020, pelaksanaannya ditunda sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Dengan catatan penundaan dimaksud tidak membatalkan tahapan yang sudah dilaksanakan sebelumnya.

Untuk mengoptimalkan kebijakan social distancing dalam rangka pencegahan penyebaran Covid di tingkat wilayah kecamatan dan desa/kelurahan yang teridentifikasi ada yang positif dan/atau PDP dan OPD-nya signifikan, Pemerintah Kab. Sumedang menetapkan kebijakan "Isolasi Lokal Kewilayahan" mulai hari ini tanggal 22 Maret 2020 sampai dengan 14 (empat belas) hari ke depan. Yakni untuk Kecamatan Sumedang Selatan (teridenrifikasi ada yang positif Covid-19), serta Kecamatan Cisarua, Kecamatan Paseh, Kecamatan Wado, Kecamatan Jatigede dan Kecamatan Ujungjaya (teridentifikasi ODP cukup signifikan).

Kepada para pemilik toko/warung, pengelola pasar tradisional dan modern, agar tetap menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan memperhatikan protokol kesehatan, antara lain senantiasa menjaga jarak dan menyediakan sarana untuk cuci tangan pakai sabun, serta khusus untuk pasar modern wajib menyediakan gun thermometer.

”Namun demikian, kami berharap masyarakat, tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Dan  selalulah  berdoa dan meminta pertolongan dari Allah SWT, serta mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah,” pungkasnya.

 


 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR