Pemkab Pangandaran Wacanakan Liposos Sebagai Tempat Karantina ODP Covid-19

Daerah

Jumat, 20 Maret 2020 | 16:51 WIB

200320165543-pemka.jpg

Agus Supriyatman

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat menerima kunjungan kerja Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari komisi I, Yosa Santono, S.SI M.M., dan Hj. Tina Wiryawati, serta komisi IV, Dra. Hj. Ijah Hartini, bertempat di Ruang Rapat RSU Pandega, Jumat (20/3/2020).

PEMKAB Pangandaran mewacanakan Liposos atau Sub Unit RPSBR (Rumah Pemberdayaan Sosial Bina Remaja) yang berada dibawah Balai RPSBR Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaen Pangandaran, untuk dijadikan tempat karantina atau observasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradianata saat menerima kunjungan kerja Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari komisi I, Yosa Santono, S.SI M.M., dan Hj. Tina Wiryawati, serta komisi IV, Dra Hj. Ijah Hartini, bertempat di Ruang Rapat RSU Pandega, Jumat (20/3/2020).

Menurut Yosa, kedatangan mereka ke Pangandaran dalam rangka memonitoring pembangunan RSUD Pandega.

"Anggota DPRD Provisi Jawa Barat semuanya disebar ke berbagai kabupaten yang ada di Jawa Barat, dan kami ke sini bertujuan untuk memonitoring progres pembangunan RSUD Pangandaran Sehat dan Bahagia, sekaligus pemantauan pandemik Covid-19 di Kabupaten Pangandaran " ungkapnya. 

"Tadi pas datang kami berputar dulu ke belakang Rumah Sakit Pandega, ternyata masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, nanti kita saling mendorong saja," tambahnya.

Hadir pada kegiatan itu Sekda Kab. Pangandaran, Drs H. Kusdiana M.M., Kepala Dinas Perhubungan Drs. Trisno, Sekdis Kesehatan Yadi Sukmawayadi, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Agus Supriatna S.H., Direktur Utama UPTD RSUD Pangandaran drg. Asep Kemal Pasha, Sp.KGA, M.M,   Kabag Tata Usaha UPTD RSUD Pangandaran, Kabag Tata Usaha UPTD RSUD Pangandaran Sarlan, Kabid Keperawatan UPTD RSUD Pangandaran H. Agus Maliana.

Menurut Bupati, Pangandaran sedang konsen penanganan penyebaran virus corona. “Kami sekarang ini sedang konsen menangani masalah penyebaran virus Covid-19,” ujarnya.

Penambahan ODP di Kabupaten Pangandaran sampai Jumat (20/3/2020) mencapai 20 orang. Hal ini dikarenakan banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri dipulangkan termasuk ke Kabupaten Pangandaran.

“Untuk kepentingan semua pihak, tenaga kerja yang pulang dari luar negeri  yang pulang pasti banyak menimbulkan kegelisahan di masyarakat, maka saya berpikir kita membuat standar operasional prosedur (SOP) bagi mereka yang pulang dari luar negeri kita akan observasi di suatu kawasan khusus,” ungkapnya.

Untuk itu, Bupati Pangandaran memilih Sub Unit RPSBR (Rumah Pemberdayaan Sosial Bina Remaja) yang terletak di Desa Ciganjeng sebagai tempat observasi.

“Kita akan coba minta gedung Liposos atau Sub Unit RPSBR ke dinsos provinsi,  untuk tempat observasi bagi ODP hal tersebut karena terkait protokoler untuk diobservasi selama 14 hari,” ujarnya.

Masih terkait penangan penyebaran virus corona, Bupati mengharapkan, Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran untuk berkoordinasi dengan pihak agen bus dan travel agar menerapkan SOP penanganan virus corona.

 

 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR