Jaga Stabilitas Harga, Bulog Jabar Gencarkan Operasi Pasar di Sejumlah Pasar Tradisional

Bandung Raya

Kamis, 19 Maret 2020 | 19:22 WIB

200319192201-jaga-.jpg

Istimewa

Bulog gelar Operasi Pasar di sejumlah pasar tradisional.

UNTUK menjaga stabilitas harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di wilayah Jawa Barat (Jabar), Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar menggelar operasi pasar (OP) di sejumlah pasar tradisional.

Humas Bulog Divre Jabar Abdul Hadi mengatakan, kegiatan OP di Kota Bandung diantaranya di Pasar Kosambi, Kiaracondong dan Ujungberung. "Produk yang ditawarkan pada OP ini tak hanya beras melainkan juga ada komoditas lain seperti tepung terigu, minyak goreng, dan gula pasir," ujarnya kepada wartawan di Kantor Bulog Divre Jabar Jln. Soekarno-Hatta, Kamis (19/3/2020).

Disebutkan beras OP yang dijual adalah beras kualitas medium seharga Rp8.100/kg. Kemudian tepung terigu dijual seharga Rp8.000/kg dan minyak goreng seharga Rp11.800/kg. Sementara untuk gula putih dijual sesuai HET (harga eceran tertinggi) yakni 12.500/kg.

Ia mengatakan, kegiatan OP sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, namun dengan kasus penyebaran Covid-19 atau virus corona, kegiatan dan volume baranag yang dijual lebih ditambah.

"Tujuannya untuk menstabilkan harga jangan sampai naik terlalu tinggi karena adanya aksi borong. Kami pun membatasi pembelian sesuai ketentuan. Misalnya beras maksimal hanya boleh dibeli 10 kg per orang," ujarnya.

Masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar dan stabil bisa mendatangi lokasi OP. Di Kota Bandung, kegiatan OP Bulog dilakukan antara lain di Pasar Kosambi, Kiaracondong dan Ujung Berung. "Ini pun digelar di sejumlah pasar lain di wilayah Jabar seperti Garut, Tasikmalaya, Sumedang dan lainnya," ujarnya.

Hadi mengatakan stok beras di Bulog masih cukup sehingga jika diperlukan untuk menambah jumlah atau volume dalam OP, Bulog siap saja. "Selama diperlukan OP, Bulog siap," tegasnya.

Selain menggelar OP di sejumlah titik, Bulog Jabar pun menyediakan layanan penjualan Kepokmas secara online. Kepala Bulog Divre Jabar, Benhur Ngkaimi mengatakan bagi masyarakat yang berhalangan ke pasar, mereka dapat membelinya secara online.

"Mereka bisa memesan dari rumah dan diantar ke alamat masing-masing. Pembelian online bisa dilakukan melalui marketplace," ujarnya.

Terkait stok beras, Benhur Ngkaimi mengatakan, saat ini di gudang Bulog jumlahnya mencapai lebih dari 200.000 ton. Secara nasional jumlah stok beras di gudang Bulog mencapai sekitar 1,7 juta ton.

Stok beras dipastikan akan bertambah pada April, seiring dengan masuknya masa panen. Jumlah tersebut akan kembali bertambah pada musim panen Juli atau Agustus.

Dengan demikian, ia memastikan stok beras dalam kondisi aman dan melimpah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Apalagi Bulog juga sudah menginstruksikan jajarannya untuk menggelontorkan pasokan beras yang ada guna menjamin ketersediaan pangan di tengah masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu panik, jangan menimbun, stok cukup," ujar Benhur.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR