Aktivitas Warga Terbatas Akibat Corona, Bulog Jabar Siap Layani Pembelian Kepokmas secara Online

Bandung Raya

Rabu, 18 Maret 2020 | 18:03 WIB

200318180306-aktiv.jpg

dokumen galamedianews.com

Kepala Bulog Divre Jabar Benhur Ngkaimi.

DI tengah maraknya kasus virus corona, Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Barat (Jabar) Benhur Ngkaimi menjamin stok bahan pokok (bapok) aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran Idulfitri mendatang. Kini kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) tersebut tersebar secara proporsional di seluruh gudang Bulog di wilayah Jabar.

"Pemerintah dan Bulog menjamin kesiapan bapok dapat dipenuhi, berapapun kebutuhan masyarakat," kata Benhur di Kantor Bulog Divre Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Rabu (18/3/2020).

Sehubungan hal itu, ia mengingatkan masyarakat agar tak perlu panik menyikapi beragam isu yang beredar saat ini, khususnya terkait virus corona. Kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) akan terus digelar Bulog. Pihaknya juga menyiapkan pelayanan pembelian secara online.

"Masyarakat dapat memesan bapok dari rumah dan diantar ke alamat rumah masing-masing," katanya.

Kegiatan KPSH dilakukan Bulog Jabar setiap hari secara masif melalui pengecer di pasar tradisional, retail modern, jaringan Sahabat Rumah Pangan Kita (RPK), sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta distributor. Kegiatan tersebut terbukti efektif dalam menahan laju kenaikan harga beras tahun lalu.

Khusus untuk stok beras, Benhur menyebutkan, stok Bulog Divre Jabar mencapai lebih dari 200.000 ton. Secara nasional jumlah stok beras di gudang Bulog mencapai sekitar 1,7 juta ton.

Stok tersebut bakal mengalani penambahan pada April. Pasalnya, saat itu terjadi panen di sejumlah daerah. Kemudian, kembali bertambah pada musim panen Juli - Agustus.

Dengan demikian, ia memastikan stok beras dalam kondisi aman dan melimpah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Apalagi Bulog juga sudah menginstruksikan jajarannya untuk menggelontorkan pasokan beras yang ada guna menjamin ketersediaan pangan di tengah masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu panik, jangan menimbun, stok cukup," tegasnya.

Seperti diketahui, setelah diumumkannya dua pasien positif Covid-19, sejumlah masyarakat mulai menyerbu sejumlah pasar modern. Mereka memburu masker, multivitamin, hand sanitizer, dan sejumlah kebutuhan pokok.

Aksi panic buying meningkat setelah pemerintah memutuskan untuk meliburkan sekolah selama dua pekan. Sejumlah masyarakat mulai menimbun beberapa jenis komoditas bapok.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR