Terbukti Terima Suap, Mantan Sekda Jabar Divonis 4 Tahun Penjara

Meja Hijau

Rabu, 18 Maret 2020 | 13:34 WIB

200318133447-terbu.jpg

Lucky M. Lukman

MAJELIS Hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun kepada mantan Sekda Jabar, Iwa Karniwa. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah telah menerima suap sebesar Rp 400 juta dalam pengurusan persetujuan substansi  RDTR Bekasi terkait kepentingan megaproyek Meikarta.

Hal itu terungkap dalam sidang pembacaan putusan terhadap Iwa Karniwa, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Rabu (18/3/2020). Selain hukuman badan, Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman lain berupa denda sebesar Rp 200 juta subsidair 1 bulan penjara.

Terdakwa Iwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam pasal 12 huruf a UU Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan alternatif kesatu.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Iwa Karniwa terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut sebagaimana dakwaan alternatif kesatu. Menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun, denda Rp 200 juta, subsidair kurungan 1 bulan," kata Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan perkara, Daryanto.

Sebelumnya, Majelis Hakim membacakan hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan menuntut hukuman bagi terdakwa. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa sangat tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tidak pidana korupsi, dan tidak mengakui perbuatan. Sementara hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan serta sudah cukup lama mengabdi sebagai PNS.

Vonis yang diterima Iwa ini lebih rendah dibandingkan tuntutan dari Penuntut Umum (PU) KPK. Sebelumnya, PU KPK menuntut agar Iwa dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, denda Rp 400 juta subsidair 3 bulan kurungan penjara. Serta uang pengganti Rp 400 juta.

Atas putusan tersebut, terdakwa dan kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan PU KPK.

Dalam urainnya, Majelis Hakim memaparkan, Sekda di era Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar ini diduga telah menerima hadiah atau pemberian dari PT Lippo Cikarang melalui PT Mahkota Sentosa Utama. Pemberian dimaksudkan agar Iwa membantu mempercepat keluarnya persetujuan dari Gubernur Jabar atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang telah disetujui DPRD Kab. Bekasi.

Pemberian juga dimaksudkan agar Iwa ikut mendorong percepatan RDTR Wilayah Pengembangan (WP) I dan IV serta II dan III dalam proyek pembangunan Meikarta.

"Terdakwa telah melakukan beberapa perbuatan meskipun masing-masing merupakan kejahatan, ada hubungannya sedemikian rupa, sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan, berlanjut, menerima hadiah. Yaitu menerima hadiah berupa uang senilai Rp 400 juta dari PT Lippo melalui PT MSU, melalui Satriadi, Neneng Rahmi, dan Henry Lincoln," papar Majelis Hakim.

Uang yang diberikan kepada Iwa itu dimaksudkan agar Iwa membantu mempercepat proses Raperda RDTR. Uang yang diterima sebagian besar digunakan untuk membuat banner sosialisasi. Pasalnya, pada saat bersamaan, waktu itu Iwa maju sebagai bakal calon Gubernur Jabar dari PDIP.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR