RSKIA Kota Bandung Siapkan Dua Ruang Isolasi untuk Terduga Corona

Bandung Raya

Jumat, 13 Maret 2020 | 18:46 WIB

200313184825-rskia.jpg

RUMAH Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung mengadakan simulasi kesiapsiagaan penanganan virus corona atau  COVID-19, Jumat (13/3/2020). Rumah sakit yang berada di Jln. K.H. Wahid Khasyim (Kopo) No. 311 ini pun menyediakan dua ruang isolasi.

"Ini merupakan bentuk kesiapan Pemkot Bandung dalam kasus COVID-19. Berbagai fasilitas kesehatan kita siapkan termasuk simulasi ini, baru Kota Bandung yang melakukan. Karena enggak gampang, simulasi harus teori dulu dan ini banyak persyaratan," ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana yang meninjau langsung kesiapan RSKIA dalam penanganan viris corona.

Ditegaskannya kembali, berbagai fasilitas yang disiapkan dan simulasi yang dilakukan membuktikan Kota Bandung siap dan waspada terhadap penyebaran virus COVID-19. “Tapi kita berdoa, mudah-mudahan apa yang kita siapkan ini tidak digunakan artinya tidak ada yang terpapar," ungkapnya.

Dikatakannya, di Kota Bandung terdapat dua rumah sakit rujukan penanganan corona yakni RSHS dan Rumah Sakit Rotinsulu. Di RSHS, disiapkan lima ruang isolasi untuk pasien terduga virus corona dan Rotinsulu disediakan delapan ruang.

"Ini RSKIA ini kita siapkan ruang isolasi,  ada dua ruang, dan RSUD ada tiga ruang. Ini bentuk antisipasi saja, tapi mudah-mudahan tidak dipakai," ungkapnya.

Selain kesiapan fasilitas di rumah sakit, kata Yana, Pemkot Bandung juga terus melakukan sosialisasi. Pada Kamis (12/3/2020) pun sudah dilakukan rakor dengan Forkopimda dalam menyikapi virus corona. "Insya Allah, kita siap. Untuk pakaian (petugas keehatan, red) juga siap, sekali pakai dan sesuai standar," ungkapnya.

Disinggung soal ruang publik, Yana mengharapkan, di ruang-ruang tersebut terdapat pengecekan suhu, disediakan hand sanitizer, sarana cuci tangan dan penyediaan masker. "Kalau bisa ada pemberian masker-masker gratis," terangnya.

Berkenaan dengan Car Free Day (CFD) yang digelar tiap Ahad, Yana mengaku belum bisa memutuskan apakah kegiatan tersebut akan dihentikan trelebih dahulu atau tidak. "Kita akan bahas dulu diinternal, kita lihat dan kaji apakah terus atau enggak. Kalau soal KAA, itu kan kementerian, saya belum bisa komentar. Ya, memang di beberapa tempat, acara dengan melibatkan banyak orang itu ditinjau," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, di Kota Bandung terdapat dua rumah sakit rujukan yakni RSHS dan Rumah Sakit Rotinsulu. Namun, sebagai kesiapsiagaan RSUD dan RSKIA di Kota Bandung menyiapkan ruang isolasi sebagai fasilitas sebagai antisipasi dalam menghadapi virus corona.

"Ini sebagai antisipasi, kalau saja di dua rumah sakit rujukan penuh. Ini inisiatif kami dan pemerintah pusat pasti mengharapkan adanya inisiatif daerah," ungkapnya.

Dikatakanya, workshop dan simuulasi ini digelar untuk para UPT Puskesmas 24 jam, direktur rumah sakit se-Kota Bandung dan beberapa petugas tim medis. kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

"Jadi total peserta kurang lebih sebanyak 100 orang," katanya.

Ditambahkan Direktur Utama RSKIA Bandung, Taat Tagore, tidak ada jalur khusus untuk pasien terduga yang terpapar virus corona. Mereka akan masuk melalui instalasi gawat darurat (IGD).

Namun mereka nantinya akan langsung masuk ke ruang isolasi. Selanjutnya, meraka akan dicek laboratorium oleh petugas. Untuk seluruh petugas yang menangani pasien terduga corona akan berpakaian lengkap atau menggunakan alat perlindungan diri.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR