Gencar Sosialisasikan QRIS, bank bjb Ingin Membiasakan Masyarakat Bertransaksi Nontunai

Bandung Raya

Kamis, 12 Maret 2020 | 17:50 WIB

200312175022-genca.jpg

Darma Legi

Direktur IT dan Treasury bank Bjb Rio Lanasier, Pemimpin Divisi Digital and Transactional Banking Bank Bjb Arfianto Ramadian dan Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Jabar Pribadi Santoso bersama para peserta berfoto bersama pada acara Pekan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Nasional 2020 di Menara bank bjb Jln. Naripan, Kota Bandung, Kamis (12/3/2020).

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) berkomitmen untuk membiasakan masyarakat untuk bertransaksi nontunai. Terkait hal itu, bank bjb membidik pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan ritel untuk penggunaan uang elektronik, melalui fitur Quick Response Indonesian Standard (QRIS).

Hal tersebut diungkapkan Direktur Information Teknologi, Treasury, dan International Banking bank bjb Rio Lanasier pada Pekan QRIS Nasional 2020 di Menara bank bjb, Jln. Naripan, Kota Bandung, Kamis (12/3/2020).

Ia berharap ke depan semua debitur UMKM akan menggunakan QRIS. Melalui QRIS, bank bjb menargetkan peningkatan satu juta transaksi per bulan.

"Kami akan terus meningkatkan inklusi finansial untuk menggerakan perekonomian masyarakat. Salah satunya, melalui peningkatan penetrasi QRIS," tegasnya.

Menurutnya, transaksi nontunai ke depan akan semakin memasyarakat. Pasalnya, selain memberikan kemudahan dan kenyamanan, penggunaan transaksi nontunai juga memiliki risiko yang lebih terukur. "Transaksi tunai itu berisiko tinggi ya, khususnya dari sisi keamanan," ujarnya.

Meski ia pun mengakui transaksi digital memiliki risiko. Namun bank bjb akan terus memitigasi risikonya dengan memperkuat keamanan melalui pembangunan infrastruktur.
Ia tak menampik diperlukan waktu untuk memasyarakatkan QRIS, mengingat teknologi tersebut baru bagi masyarakat. Saat bank bjb melakukan sosialisasi di Pasar Baru Bandung dibutuhkan waktu agar konsumen dan penjual terbiasa dengan QRIS.

"Maret ini kami akan melakukan sosialisasi penggunaan QRIS di empat kota, diantaranya Cirebon dan Bogor, serta akan dilanjutkan di kota-kota lainnya. Sosialisasi diproyeksikan dilakukan masing-masing selama satu bulan," tuturnya.

QRIS adalah fitur pembayaran uang elektronik terbaru berbasis telepon seluler (ponsel) dan sangat mudah digunakan. Pengguna hanya perlu mengunduh melalui aplikasi yang sudah terstandarisasi.

Sebagai pionir dalam berinovasi, bank bjb telah mengadopsi layanan QRIS yang hingga saat ini terus dikembangkan agar bisa dimanfaatkan secara lebih optimal. Layanan QRIS bank bjb merupakan transaksi pembayaran pada merchant dengan mekanisme pembayaran menggunakan QR Code serta menggunakan sumber dana uang elektronik berbasis server, seperti OVO, GOPAY, ShopeePay, dan lainnya.

Selaras dengan itu, bank bjb juga terus mengembangkan digi Cash yang merupakan uang elektronik berbasis server milik perseroan. Rio mengatakan, layanan digi Cash dapat digunakan oleh nasabah maupun nonnasabah bank bjb, melalui pemanfaatan teknologi berbasis mobile application dengan fungsi multiguna.

Perangkat bayar digital tersebut memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi perbankan, seperti isi ulang saldo, pengecekan saldo, transfer ke sesama pengguna dan ke rekening bank bjb. Selain itu juga pembayaran PBB dan E-Samsat Jabar, pembelanjaan di merchant dengan menggunakan layanan QRIS, serta fitur transaksi lainnya yang akan dikembangkan tanpa harus melakukan pembukaan rekening bank bjb.

"Serangkaian langkah digitalisasi yang dilakukan perseroan merupakan perwujudan upaya implementasi bjb Digital Payment," ujar Rio.

Langkah tersebut, menurut dia, juga menjadi salah satu kontribusi bank bjb untuk turut meredam dampak virus Corona yang sedang mewabah saat ini. Melalui digital payment, sentuhan pada instalasi publik yang menjadi salah satu media penularan akan berkurang, sehingga bisa menekan risiko penularan.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar Pribadi Santoso berharap, QRIS makin banyak digunakan masyarakat. Ia mengatakan, QRIS akan memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran, tanpa harus gunakan uang tunai.
"Keuntungannya aman, risikonya lebih rendah dan yang terpenting adalah setiap transaksi yang dilakukan nasabah akan tercatat," katanya.

Dengan begitu, lanjutnya, perbankan bisa melakukan kredit profile. Perbankan akan lebih mudah memberikan pembiayaan karena mereka yakin, calon debitur memiliki usaha yang baik dan layak.

Editor: H. D. Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR