VA Pemeran Vina Garut Ditintut Lima Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

Meja Hijau

Kamis, 5 Maret 2020 | 21:21 WIB

200305212600-va-pe.jpg

PEMERAN wanita video pornografi Vina Garut, VA (19), dituntut lima tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tuntutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Garut, Jalan Merdeka, Kabupaten Garut, Kamis (5/3/2020).  

Selain ancaman hukuman penjara, VA juga harus membayar denda yang nilainya cukup fantastis yakni sebesar Rp 1 miliar atau subsider tiga bulan penjara. Sidang tuntutan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu berlangsung sekitar satu jam.  

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Dapot Dariarma, mengatakan, tuntutan lima tahun kepada VA diberikan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya VA dinilai kurang kooperatif selama persidangan.

"Tuntutan dari kami yakni lima tahun penjara dan denda Rp 1 miliar atau subsider tiga bulan kurungan. Kalau dendanya tidak dibayar, diganti dengan kurungan penjara selama tiga bulan," ujarnya usai sidang di Pegadikan Negeri Garut, Jalan Merdeka, Kabupaten Garut, Kamis (5/3/2020).

Menurut Dapot, selama proses persidangan, VA tidak mengakui perbuatannya. Padahal dari fakta yang dimiliki Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah sangat jelas jika VA melakukan perbuatan tersebut. Apalagi, terang Dapot, VA juga bukan hanya sekali dalam melakukan perbuatannya. Selain dengan tersangka AD dan WE, ia juga sudah berulangkali melakukannnya dengan lelaki lain.  

Kooperatif

Sementara itu, berbeda dengan VA, dua terdakwa lainnya dalam kasus video 'Vina Garut' yaitu AD dan WE mendapat tuntutan lebih ringan, yaitu empat tahun penjara. Dapot menyebut, tuntutan setahun lebih ringan kepada AD dan WE itu juga karena berbagai pertimbangan.

Dapot menyebutkan, selama persidangan, AD dan WE mengakui perbuatannya, tidak berusaha mengelak. Keduanya juga dinilai kooperatif selama memberi keterangan.

Berbeda dengan terdakwa VA yang keterangannya dianggap selalu berbelit-belit.    

"Kedua terdakwa sangat membantu ketika memberi keterangan. Sikap kooperatif itu membuat tuntutan hukuman kepada AD dan We bisa lebih ringan," ucapnya.

Namun demikian, lanjut Dapot, untuk denda sebesar satu miliar atau subsider tiga bulan penjara tetap sama. Pihaknya menilai, ketiga terdakwa sudah memenuhi unsur pidana dalam Undang-undang pornografi.  

Dalam dakwaan jaksa, ketiga terdakwa dikenakan Pasal 4 ayat 1 Undang-undang Pornografi.

Ancaman hukuman dalam pasal itu yakni hukuman penjara paling lama 12 tahun. Atas tuntutan dari JPU tersebut, ketiga terdakwa pun akan mengajukan pledoi atau pembelaan.

Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan dari terdakwa.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR