Stok Berkurang, Pembelian Masker Dibatasi Dua Lembar per Orang

Bandung Raya

Kamis, 5 Maret 2020 | 14:35 WIB

200305143701-stok-.jpg

Yeni Siti Apriani

KEBERADAAN masker dan hand sanitizer di Kota Bandung sudah mulai langka. Saat ini persediaan masker yang dimiliki PT Kimia Farma pun tinggal 200.000 lembar. Sementara di sejumlah ritel, stok masker sudah kosong.

Meski stok menipis, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah meminta warga untuk tidak panik. Mengingat masker hanya digunakan bagi warga yang tengah sakit, bukan untuk orang yang sehat.

"Di apotik Kimia Farma masih tersedia, dijual dengan harga Rp 2000 per lembar, hanya pembeliannya dibatasi dua lembar," ujar Elly pada Program Bandung Menjawab, Kamis (5/3/2020).

Selain di Kimia Farma, kata Elly, Ace Hardware masih tersedia. "Tapi di tempat lain, di toko-toko modern sudah kosong. Hand sanitizer juga sudah menipis, tapi enggak usah patah semangat dijamin masker di Kimia Farma masih ada 200.000 lembar," ungkapnya.

Dikatakannya, terdapat 5 distributor masker ke Bandung. Satu diantaranya yakni PT Anugerah Farmindo Lestari berlokasi di Kota Bandung dan 4 lainnya di luar Kota Bandung.

"Yang perlu diingat, orang sehat enggak perlu pakai masker. Yang pakai masker itu adalah orang yang sakit dan tenaga kesehatan, sehingga warga enggak perlu berbondong-bondong beli masker," ungkapnya.

Ia pun mengingatkan untuk tidak menimbun masker. Bila diketahui maka bisa dikenai sanksi baik perdata maupun pidana. "Sesuai Undang-Undang Tahun 2014 tentang perdagangan, pelaku usaha yang menimbun barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya akan dikenakan pidana 5 tahun dan perdata 50 miliar," ungkapnya.

Masker, kata Elly, twrmasuk dalam barang penting sehingga bagi para penimbun akan dikenai sanksi berdasarkan aturan yang ada. Saat ini, sudah ditemukan penimbun masker dan cairan anti septik diTangerang dan Semarang. Pelakunya sudah ditetapkan twrsangka.

"Ini menunjukkan kelangkaan masker itu ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi, harusnya tidak memanfaatkan situasi, harusnya ada simpatik atas musibah ini, malahan harusnya diturunkan harganya," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR