Penyuap Bupati Indramayu Dihukum 2,5 Tahun Bui

Meja Hijau

Rabu, 4 Maret 2020 | 19:34 WIB

200304193450-penyu.JPG

Darma Legi

CARSA ES, terdakwa penyuap Bupati Indramayu, Supendi, divonis 2,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipiko Bandung. Ia dinyatakan terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi berupa suap terhadap pejabat negara.

Hal itu terungkap pada sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Rabu (4/3/2020). Selain hukuman badan, pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu dikenakan denda Rp 200 juta dan bila tidak dibayar diganti dengan kurungan tiga buan penjara.

Amar putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim, I Dewa GD Suarditha. Vonis yang diterima Carsa sama dengan tuntutan Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hakim Dewa menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan kesatu.

"Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan, denda Rp 200 juta, subsidair kurungan tiga bulan," kata hakim.

Sebelum membacakan amar tuntutannya, Ketua Majelis Hakim juga membacakan hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan. Yang memberatkan perbuatan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tidak pidana korupsi, dan pernah dihukum.

"Yang meringankan, terdakwa bersikap kooperatif, sopan dan terus terang akan perbuatannya, menyesal, dan membantu mengungkap peranan pelaku lainnya," tuturnya.

Atas putusan tersebut, Carsa ES dan kuasa hukumnya langsung menerima. Sementara PU KPK pikir-pikir terlebih dulu dengan alasan harus melaporkankan hasil persidangan kepada pimpinan KPK.

Dalam urainnya, Majelis Hakim menjelaskan, terdakwa pada Januari 2019 hingga Oktober 2019 telah melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan kejahatan, baik memberi atau menjanjikan sesuatu.

"Yakni beberapa kali memberikan uang kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara," tuturnya.

Suap diberikan dengan maksud agar Bupati Indramayu, Supendi memberikan pekerjaan di lingkungan Pemkab Indramayu kepada terdakwa. Pekerjaan yang dimaksud yaitu proyek infrastruktur di bawah Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Praktik suap yang dilakukan terdakwa yaitu memberikan uang kepada Bupati Indramayu Supendi Rp 3,6 miliar, Kadis PUPR Indramayu Omarsyah Rp 2,4 miliar, dan Kabid Jalan PUPR Indramayu Wempi Triyoso Rp 480 juta.

”Semua pemberian dilakukan terdakwa kepada para pejabat negara itu dimaksudkan agar terdakwa mendapatkan proyek pekerjaan di lingkungan Pemkab Indramayu,” ujarnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR