Tiga Ulama Inggris Hadir di Unikom

Bandung Raya

Selasa, 3 Maret 2020 | 20:44 WIB

200303204428-tiga-.jpeg

Yeni Siti Apriani

TIGA ulama asal Inggris menjadi pembicara dalam seminar internasional "Islam in Contemporary International Relations" yang diselenggarakan program studi Ilmu Hubungan Internasional (IHI) Unikom. Kegiatan yang bekerjasama dengan Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Jabar (Yanbangsos) Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan British Coucil itu digelar di Kampus Unikom, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Selasa (3/3/2020).

Ketiga ulama Inggris tersebut adalah Mohammed Abbasi dan Paul S. Amstrong dari Association of British Muslims atau Asosiasi Muslim Inggris. Serta Adnan Sohail dari Minaj Welfare Foundation. Ini merupakan kunjungan balasan ke Jawa Barat setelah tahun lalu lima ulama Jabar berkunjung ke Inggris melalui program "English for Ulama".

Menurut Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Jabar, Ida Wahida Hidayati, ketiga ulama Inggris ini akan berada di Jawa Barat sampai 9 Maret 2020. Kegiatan yang mereka ikuti pun cukup padat, termasuk berdakwah di lima pesantren di Jawa Barat.

Kelima pesantren ini merupakan pesantren asal lima ulama Jawa Barat yang dikirim ke Inggris tahun lalu, yakni berada di Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Garut dan Kabupaten Cirebon.

"Ada juga diskusi antar umat beragama di UIN yang dilaksanakan besok dan seminar internasional di Unikom. Mereka juga akan jadi saksi
pernikahan salah satu ustaz yang kemarin dikirim ke Inggris," ungkap Ida usai membuka seminar internasional di Unikom.

Dikatakannya, kedatangan mereka untuk melihat dan mempelajari kerukunan umat beragama yang ada di Jawa Barat. Setelah itu, mereka akan menceritakannya pada komunitas muslim di Inggris, seperti komunitas mualaf, komunitas Inggris keturunan Bangladesh, komunitas Inggris keturunan Pakistan, komunitas Inggris keturunan India dan Komunitas Inggris keturunan Arab. Kedatangan para ulama dari Inggris ini pun, kata Ida, menjadi salah satu bahan evaluasi Pemprov Jabar untuk program "English for Ulama".

"Dengan kedatangannya, mereka memberikan hasil evaluasi mereka ketika ulama kita datang ke sana. Jadi mereka memberikan masukan kepada kita bahwa sebaiknya di mix ulamanya, jangan hanya yang muda saja tapi dengan yang senior. Tapi kendalanya, ulama senior kita itu banyak yang kurang paham bahasa Inggris. Nanti kita cari jalan tengah," ungkapnya.

Tahun ini, "English for Ulama" akan kembali dilanjutkan. Rencananya, 20 ulama akan dikirimkan ke tiga negara yakni Inggris, Amerika dan Australia.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (IHI) Unikom, Dewi Triwahyuni mengatakan, seminar ini merupakan hasil kerja sama prodi IHI Unikom dengan Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Jabar dan British Council Indonesia. Seminar ini merupakan rangkaian dari program kerja Pemprov Jabar dibawah Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial Jabar.

"Ini merupakan bagian dari acara kunjungan balasan dari para ulama yang ada di Inggris datang ke Jawa Barat untuk mempelajari bagaimana keberagaman dan perkembangan Islam di Jawa Barat," ungkapnya.

Menurut Dewi, tema "Islam in Comtemporary International Relations" ini dipilih dalam rangka untuk memahami secara komprehensif perkembangan Islam di dunia yang pada akhirnya memberikan pengaruh signifikan dalam berbagai kajian hubungan antar bangsa. Perspektif Islam saat ini menjadi pemikiraan alternatif dan menjadi lensa analisis dalam hubungan Internasional kontemporer.

Dikatakannya, kegiatan ini diikuti lebih dari 300 peserta kalangan akademisi maupun praktisi yang hadir dari dalam negeri dan luar negeri. "Animo mahasiswa terhadap seminar ini cukup besar, ada lebih 15 kampus yang datang ke acara ini," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unikom, Prof. Samugyo Ibnu Redjo, MA. Diharapkan, seminar ini menjadi dialog lintas agama dan lintas kultur yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan mempromosikan toleransi, perdamaian, moderasi, serta penghormatan di antara masyarakat multi agama dan budaya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR