Ombudsman Tunggu LAHP Disdukcapil Subang Terkait Pemalsuan Data Kelahiran Anggota DPRD Jabar

Bandung Raya

Jumat, 28 Februari 2020 | 19:19 WIB

200228192125-ombud.jpg

OMBUDSMAN Jawa Barat menunggu tindak lanjut Laporan Akhir Hasil Pemeriksan (LAHP) yang telah dikirimkan ke Disdukcapil Subang, terkait dugaan pemalsuan data kelahiran salah seorang Anggota DPRD Jabar.

Asisten Pratama Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, M. Taufan Dwiputra mengatakan, LAHP tersebut akan dipantau pihaknya dalam 14 hari, terkait tindak lanjut rekomendasi yang telah diberikan.

"Maka kita menunggu dulu action dari Disdukcapil akan LAHP yang telah dikirimkan. Dalam 14 hari pertama akan dimonitoring," ungkapnya di Kantor Ombudsman Jabar, Jln. Ters. Jakarta, Kota Bandung, Jumat (28/2/2020).

Menurutnya, jika LAHP yang diberikan secara umum, berisi saran terkait apa yang bisa dilakukan oleh Disdukcapil dalam masalah tersebut. Akan tetapi, tetap sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

"Detilnya tidak bisa kami sampaikan karena LAHP sifatnya rahasia untuk terlapor. Maka kita tinggal tunggu bagaimana sikapnya," katanya.

Taufan menjelaskan, sejauh ini Disdukcapil Subang masih bersikap kooperatif, terkait rekomendasi atau LAHP yang disampaikan oleh Ombudsman Jabar.

"Untuk persoalan ini tidak akan memakan waktu yang lama, akhir bulan Maret harus sudah ada tindakan dari Disdukcapil Subang," ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Koalisi Mahasiswa Bersih Jawa Barat, Dimas meminta Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung tegas dan terbuka, akan kasus dugaan pemalsuan data kelahiran Anggota DPRD Jabar.

"Kami menyayangkan peristiwa dugaan pemalsuan tahun kelahiran, di lingkungan unpad yang dimanfaatkan untuk mencalonkan diri menjadi pejabat publik," ucapnya.

Dimas menerangkan, dari sejumlah kronologis yang beredar di masyarakat, hal tersebut dianggap merupakan tindakan penodaan terhadap dunia pendidikan.

"Menurut saya ini sudah penodaan terhadap dunia pendidikan dan pemilu atau demokrasi. Dan tentu saja Unpad sangat dirugikan dan dicemarkan oleh tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum tersebut," tambahnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR