Terinspirasi Band Metal Legendaris, Ilmuwan Namai Makhluk Ajaib di Samudera Tergelap Metallica

Ragam

Jumat, 28 Februari 2020 | 11:39 WIB

200228113854-terin.jpg

dailymail

Sebuah krustasea kecil yang hidup 16.000 kaki di bawah permukaan Samudra Pasifik dinamai band yang dikomandoi James Hetfield, Metallica. Makhluk seperti cacing yang kini bernama Macrostylis metallicola ini tumbuh hingga seperempat inci (6,5 mm) dan ditemukan di Zona Clarion Clipperton, antara Hawaii dan Meksiko.

Dikutip dari DailyMail kemarin, Metallicola dianggap ajaib. Salah satunya mampu beradaptasi bertahan hidup di bagian terdalam dan tergelap samudera hingga 15.000 kaki atau 5.000 meter di bawah permukaan. Tak itu saja, mereka hidup dengan dikelilingi nodul, sejenis bintil mangan dan gumpalan elemen logam lainnya yang berusia jutaan tahun dan sangat berharga.

Makhluk mirip cacing ini resmi dinamai Macrostylis metallicola dan pertama kali  ditemukan di Clarion Clipperton Zone, antara Hawaii dan Meksiko.

Lalu mengapa dinamai Metallica? Rupanya ilmuwan yang meneliti benar-benar fanatik band asal Jerman  tersebut. “Metallica menemani sebagian besar hidupku," kata sang ilmuwan, Dr. Torben Riehl dari Senckenberg Research Institute dan Natural History Museum Frankfurt, Jerman.

“Lagu-lagu mereka seperti Master of Puppets dan One bagiku  karya agung  luar biasa dalam sejarah rock. Dan aku senang bisa mengapresiasi band ini dengan memberi nama spesies baru seperti nama band mereka.”

ONE: In case you'all need an athem.

Panjang hanya 6,5 mm (0,25 inci) dan hidup di kegelapan mutlak tanpa mata dan tidak berwarna, makhluk laut ini bertahan di lingkungan yang sangat spesifik dengan nodul mangan, bola kecil yang terdiri atas elemen logam yang berusia jutaan tahun.

Bola-bola atau bintil berupa elemen logam ini bisa mencapai ukuran jeruk dan mengandung senyawa berharga seperti kobalt, tembaga, mangan, nikel, dan unsur tanah yang sangat jarang.

Sedangkan sufiks Latin ilmiah "-cola" dalam nama krustasea ini artinya menghuni,   merujuk pada habitat spesies Metallica tadi. Dijelaskan Riehl, kekayaan sumber daya di bagian dasar laut yang dalam ini dapat ditambang untuk mineral yang diperlukan.

Metallica bawah laut ini mampu bertahan hidup di bagian terdalam dan tergelap samudera dan hidup dengan dikelilingi bintil mangan yang berusia jutaan tahun.

Memahami kondisi lingkungan dasar menurutnya penting untuk mengembangkan rencana manajemen berbasis sains dan strategi mitigasi. Tujuannya  memastikan keanekaragaman hayati serta kesehatan dan fungsi ekosistem agar tetap bisa dipertahankan.

Soal keputusan memberi nama spesies baru dengan band Metallica, Riehl yang dikenal sebagai ahli biologi kelautan terkemuka berharap, nama pilihannya bisa ikut meningkatkan kesadaran lingkungan selain tribute untuk band favoritnya.

 

Berukuran 6,5 mm krustasea metal ini tinggal di kegelapan mutlak tanpa mata dan tidak berwarna.

Selain itu permintaan logam saat ini terus meningkat seiring pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan teknologi yang mengarah pada eksplorasi dan eksploitasi sumber daya. Bahkan di bagian-bagian dunia yang tidak dikenal secara ilmiah dan sulit dijangkau seperti laut dalam.

“Sangat sedikit yang menyadari bahwa kedalaman lautan yang luas dan sebagian besar belum dijelajahi memiliki makhluk aneh yang belum ditemukan atau dikenal seperti Crustacea Metallica baru kami ini. Mereka bagian dari sistem Bumi tempat kita semua bergantung,” katanya.

Okay!


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR