Asita Jabar: Promosi Kepariwsataan Harus Melibatkan Influemcer

Pariwisata

Jumat, 28 Februari 2020 | 10:10 WIB

200228101952-asita.jpg

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) berencana mengguyur dana Rp72 miliar untuk influencer. Bayaran untuk influencer diharapkan mampu menangkal dampak virus corona terhadap sektor pariwisata Indonesia.

Ketua Asosiasi Tours dan Travel Indonesia (ASITA) DPD Jawa Baratm Budijanto Ardiansjah menilai, kebijakan pemerintah tersebut merupakan langkah baik. Namun pelaksanaannya harus tepat sasaran dan transparan.

"Ini langkah baik, tapi karena anggarannya besar, pelaksanaannya nanti harus tepat sasaran dan transparan," kata Budi yang dikutp PRFM News Channel, Jumat (27/2/2020).

Budi mengaku, rekan-rekan industri pariwisata belum mengetahui secara pasti terkait petunjuk pelaksanaan promosi pariwisata dengan memakai jasa influencer mancanegara tersebut.

"Untuk juklak (petunjuk pelaksanaan) kita belum dapat, mudah-mudahan bisa segera supaya bisa diteruskan kepada pelaku pariwisata," kata dia.

Ia menilai penunjukkan influencer untuk promosi pariwisata Indonesia ada kelebihan dan kekurangannya. Menurutnya, saat ini banyak pelaku pariwisata yang menggunakan jasa influencer untuk mempromosikan pariwisata yang mereka kelola.

Oleh karena itu, ia ingin kebijakan penggunaan jasa influencer untuk mempromosikan pariwisata dikaji.

"Harus dikaji dengan baik, influencer-nya siapa? Marketnya tepat atau tidak? Sejauhmana hal ini bisa membuat orang menjadi tahu pariwisata Indonesia dan mau berkunjung," katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, sebenarnya ada langkah lain yang dinilai tepat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia selain menggunakan jasa influencer, yaitu dengan melibatkan para pelaku industri pariwisata antar negara.

"Promosi wisata yang tepat adalah dengan melibatkan industri pariwisata, ada pertemuan antar industri dan negara. Biasanya itu akan lebih efektif," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR