Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Tasikmalaya Dicek Kesehatan

Daerah

Kamis, 27 Februari 2020 | 19:35 WIB

200227193042-warga.jpg

Septian Danardi

WARGA terdampak pergeseran tanah di Kampung Citamiang, Desa Ciroyom, Kecamata Bojong Gambir, Kabupaten Tasikmalaya dan dievakuasi di tenda darurat, dicek kesehatan gratis dan bantuan sembako, Kamis (27/2/2020). Kegiatan dilakukan jajaran Polres Tasikmalaya.

Peninjauan lokasi dan bakti sosial terhadap korban bencana alam longsor dilakukan sebagai upaya antisipasi dan pencegahan terjadinya korban jika terjadi pergeseran susulan.

Selain itu, bersama unsur Muspika, TNI, BPBD Tasikmalaya dan ratusan warga, kepolisian juga melaksanakan gotong royong bersih-bersih material longsoran dan evakuasi warga ke lokasi pengungsian.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Hendria Lesmana mengatakan, pihaknya beserta rombongan dan tim gabungan melakukan peninjauan sekaligus pembersihan lokasi tanah longsor di jalan Cikayang, Desa Mangkonjaya menuju Desa Ciroyom.
"Kami terjunkan pasukan Dalmas Polres Tasikmalaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Relawan BPBD Kecamatan Bojonggambir," katanya.

Selanjutnya, kata Hendria, pihaknya juga melihat langsung ke lokasi pergerakan tanah yang mengancam 20 unit rumah warga serta memberikan bantuan secara simbolis kepada para korban di Kampung Citamiang Soreang Desa Ciroyom. Lalu melihat kondisi jembatan yang nyaris putus digerus longsor.

"Kami imbau warga agar tidak memaksakan melintasi jembatan Citamiang. Sebab setelah melakukan peninjauan terhadap jembatan penghubung antara Desa Ciroyom dan Desa Purwaraharja terancam putus akibat bergesernya tiang penyangga jembatan," terangnya.

Pihaknya juga, kata Hendria, mengajak warga untuk waspada karena cuaca dan hujan deras bisa menjadi faktor terjadinya pergerakan tanah susulan. Ia juga mengimbau warga yang tinggal di lokasi pengungsian atau tenda darurat untuk tetap sabar.

Pihaknya juga mengajak tokoh masyarakat terkait kejadian bencana alam ini agar selalu sigap dan berkoordinasi dengan petugas jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR