Buru-Buru Pulang ke Indonesia, Ridwan Kamil Pastikan Urusan Darurat Banjir Tuntas

Daerah

Kamis, 27 Februari 2020 | 18:11 WIB

200227181151-buru-.jpeg

Dally Kardilan

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil didampingi Bupati Subang melihat tanggul Cipunagara di Dusun Kedung Gede, Desa Mulyasari, Pamanukan, Subang, Kamis (27/2/2020).

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan penanganan kedarutan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabar akan tuntas. Termasuk untuk jangka panjang perbaikan infrastruktur sedang dicari anggarannya karena sudah dihitung.

"Kalau untuk penanganan kedaruratan seperti sembako sudah tidak ada masalah. Setiap hari disiapkan setengah ton ditambah lainnya," kata Ridwan Kamil usai memimpin rapat koordinasi bencana banjir di Pamanukan, Subang, Kamis (27/2/2020).

Seperti diketahui, pria yang akrab disapa Emil itu buru-buru pulang ke Indonesia dan meninggalkan setengah agenda kerjanya di Australia. Emil memilih untuk konsen pada penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabar.

Mantan Wali Kota Bandung itu menambahkan, untuk perbaikan sarana jalan dan tangguh diperkirakan mencapai Rp 15 - Rp 20 miliar. Angkanya sudah dihitung dan dicari anggarannya. Saat meninjau lokasi banjir di Subang, Emil membawa unsur SKPD terkait dan tim Jabar Quick Responce.

"Diharapkan sesuai dengan perkiraan BMKG tidak akan ada lagi hujan selama dua hari ke depan. Khusus Subang, kalau Bendung Sadawarna selesai, dimungkinkan daerah Pantura akan teratasi persoalan banjirnya," terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Emil, jauh hari sebelumnya ia sudah mengarahkan setiap bupati dan wali kota yang ada di Jabar terkait kesiapsiagaan bencana. Meski begitu, dalam kenyataannya dalam seminggu ini ada 4 daerah yang dilanda banjir, yakni Subang, Karawang, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

"Subang kita berikan bantuan penanganan kebencanaan sebesar Rp 750 juta dari Pemprov Jabar, "ujarnya.

Sedangkan untuk peninjauan ke Kabupaten dan Kota Bekasi, kata Emil, sudah ditugaskan Wakil Gubernur.

"Koordinasi dengan Kementerian PUPR dalam hal ini BBWS terus diintensifkan, sehingga dengan kondisi banjir yang terjadi bisa jadi perhitungan untuk menormalsiasi sungai sehingga bila melebihi kapasitas airnya tidak meluber atau menjebol tanggul," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR