Gunung Manglayang "Diruwat" di Situs Batu Kuda

Bandung Raya

Kamis, 27 Februari 2020 | 16:37 WIB

200227163828-gunun.jpg

UNTUK kedua kalinya, Gunung Manglayang "diruwat" di Situs Batu Kuda Desa Cibiruwetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (27/2/2020).  Hajatan "Ruwatan Gunung Manglayang, Babakti ka Alam, Babakti ka Lemah Cai" ini ditandai dengan potong kambing, pertunjukan sejumlah seni budaya, penananam pohon, dan doa bersama.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh  Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)  kawasan Gunung Manglayang bekerjasama dengan 4 RW di Desa Cibiru Wetan wilayah sekitar Situs Batu Kuda, pencinta lingkungan, pegiat seni budaya, Perhutani dan Pemdes Cibiruwetan.

Ruwatan yang menampilkan seni  cilempungan, benjang, bajidoran tarian anak anak dan seni lainnya itu, dihadiri jajaran Muspika Cileunyi. Ruwatan berjalan lancar, sukses dan penuh makna serta ditunjang cuaca menunjang.

Baik Rosyid, selaku Kanit Pol PP Kecamatan Cileunyi yang hadir dalam kegiatan tersebut, atau pun Komarudin perwakilan dari Perhutani dan Kades Cibiruwetan Hadian Supriatna, mengapresiasi kegiatan ruwatan Gunung Manglayang tersebut.

Ketiganya sangat berharap ruwatan Gunung Manglayang  jadi agenda tiap tahun. Pasalnya, ini berkaitan dengan pelestarian lingkungan, pengembangan seni budaya lokal dan pengembangan wisata.

"Kami dari Perhutani mengapresiasi kegiatan ruwatan Gunung Manglayang ini. Pasalnya ini sangat erat kaitannya bagaimana kita merawat hutan dan lingkungannya agar tetap terjaga. Saat ini bencana alam baik banjir dan longsor terjadi di sejumlah daerah. Untuk itu, agar tak terjadi banjir dan longsor mari kita sama-sama kepada semua pihak terutama masyarakat untuk menjaga dan ngamumule dan menghijaukan hutan Gunung Manglayang," kata Komarudin.

Sementara itu, Kades Cibiru Wetan Hadian Supriatna pun sangat mengapresiasi kegiatan ruwatan Gunung Manglayang oleh LMDH ini. Ia pun sangat berharap, kegiatan jadi agenda rutin tahunan dan ke depannya bisa lebih meriah dan menyentuh.

"Jujur, kami dari Pemdes Cibiruwetan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Betapa tidak, selain terkait dengan upaya pelestarian dan pemeliharaan hutan dan lingkungan, juga bisa melestarikan dan adat kearifan lokal serta seni budaya lokal. Kami mendukung kegiatan ini dengan harapan bisa menyentuh masyarakat bagaimana kita harus benar-benar ngamumula lingkungan dan hutan serta seni budaya lokal," harap Hadian.

Hal senada dilontarkan Rosyid mewakili Muspika Cileunyi yang turut hadir di ruwatan Gunung Manglayang tersebut.  "Ya intinya kami dari jajaran Muspika pun mengapreasiasi kegiatan ini. Bagaimana pun ini berkaitan dengan pemeliharaan dan pelestarian lingkungan serta hutan. Selain itu, di ruwatan Gunung Manglayang bisa melestarikan dan mengembangkan seni budaya lokal. Di Cileunyi seabrek seni budaya lokal yang harus dilertarikan dan dikembangkan. Ini kan pas dengan misi dan visi Cileunyi "MASAGI/maju, mandiri, berdaya saing dan inovatif,” katanya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR