Ketua DPRD KBB Prihatin dengan Nasib yang Dialami Kulsum

Bandung Raya

Kamis, 27 Februari 2020 | 15:53 WIB

200227155407-ketua.jpg

NASIB  yang dialami Kulsum seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengalami depresi saat  bekerja di Arab Saudi, mengundang keprihatinan banyak pihak .  Salah satunya dari Ketua DPRD Kabupaten Bandung Rismanto .

"Apa yang menimpa Ibu Kulsum harus menjadi pelajaran bagi yang lain.  Kulsum berangkat ke Arab Saudi tidak melalui jalur resmi, sehingga ketika berada di negeri orang mengalami kendala bahasa," kata Rismanto di Padalarang,  Kamis (27/2/2020).

Ia mengimbau kepada calon TKI atau yang hendak bekerja di luar negeri untuk mengikuti prosedur resmi. Melalui jalur resmi para TKI akan diberi bekal ilmu pengetahuan, bahasa dan sebagainya sebelum bekerja di satu negara.

"Saya juga mengapresiasi Disnakertrans Dinkes dan Dinsos Kabupaten Bandung Barat atas respon yang cepat memulangkan  Ibu Kulsum. Upaya tersebut juga dibantu oleh BMI (Buruh Migran Indonesia)," kata Rismanto.

Kulsum dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Internasional Soekarno -Hatta, Jumat (21/2/2020). Setiba dari bandara langsung dibawa ke RS Kramat Djati Polri, Jakarta.

"Tiga dinas tersebut juga menjemput Ibu  Kulsum dari RS Kramat Djati Polri, Jakarta. Mereka kemudian membawanya ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat di Cisarua,  Kabupaten Bandung Barat," kata Rismanto bersama anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Nur Djulaeha ikut mengantar ke RSJ.

Kulsum merupakan warga asal Kampung Cipadang Manah RT 001/RW 016, Desa/Kecamatan Padalarang,  Kabupaten Bandung Barat. Berangkat ke Arab Saudi sekitar 8 bulan yang lalu dan sempat tiga kali ganti majikan.

Sebelumnya,  Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat, Sutrisno membenarkan, ada warga Kabupaten Bandung Barat yang menjadi TKI di Arab Saudi mengalami depresi. Dia berangkat ke luar negeri melalui sponsor dari Kabupaten Cianjur.

"Kulsum berangkat ke Arab Saudi secara ilegal. Karena tidak mendapat bekal pengetahuan  untuk bekerja di Arab Saudi, seperti bahasa sehingga selama bekerja mengalami kendala bahasa. Hal itulah yang membuatnya mengalami depresi,"  kata Sutrisno.

Sekalipun keberangkatannya secara ilegal, lanjutnya, namun pemerintah tetap memberikan perlindungan bagi warga negaranya. "Kami tidak melihat itu ilegal atau legal, yang jelas dia butuh segera mendapat pertolongan. Makanya kita segera tangani," tandasnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR