Total Rp 126 Triliun

Dongkrak Ekonomi, Hong Kong Bagikan Uang Tunai Rp 17 Juta untuk (Semua) Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Dunia

Kamis, 27 Februari 2020 | 15:45 WIB

200227154510-klaim.jpg

dailymail

Warga Hong Kong saat ini bersiap untuk mendapatkan uang 10.000 dolar Hong Kong atau sekitar Rp 17,8 juta. Rencana bagi-bagi uang di tengah kerusuhan politik dan kekhawatiran akan sebaran virus corona ini diyakini akan mampu mendongkrak perekonomian.

Demikian disampaikan Sekretaris Keuangan Paul Chan yang menyebut mereka yang akan mendapat uang kaget ini yaitu warga  dewasa dengan usia di atas 18 tahun. Dengan kualifiasi tersebut diperkirakan ada tujuh juta warga yang akan menerimanya.

Sekretaris Keuangan Paul Chan.

Pengumuman dilakukan Chan di tengah aksi protes di luar gedung dewan.

Dikutip dari DailyMail kemarin, pembayaran tunai ini akan menelan biaya hampir £ 7 miliar atau tak kurang dari Rp 126 triliun. Langkah ini disebut sebagai langkah darurat untuk meningkatkan ekonomi yang dilanda resesi.

Chan mengumumkan rencana ini di hadapan anggota Dewan Legislatif ketika para demonstran pro-demokrasi berkumpul di luar gedung. Ekonomi di bekas jajahan Inggris ini ikut terdampak setelah berbulan-bulan protes berlangsung.

Belakangan kondisi ini diperburuk dengan penutupan fasilitas publik guna  menghentikan penyebaran virus corona yang menginfeksi 81 orang dan menewaskan dua orang di Hong Kong.

Tampilan layar saat Sekretaris Keuangan Paul Chan menyampaikan rencana anggaran di Dewan Legislatif Hong Kong.

“Ekonomi Hong Kong menghadapi tantangan besar tahun ini. Setelah mempertimbangkan dengan saksama, saya telah memutuskan untuk mencairkan HK $ 10.000 kepada penduduk tetap Hong Kong yang berusia 18 tahun atau lebih, dengan tujuan untuk mendorong dan meningkatkan konsumsi lokal di satu sisi  dan meringankan beban keuangan masyarakat di sisi lain,” paparnya.

Chan juga menjanjikan tambahan $ 120 miliar dolar Hong Kong (Rp 19,9 triliun) untuk menggandakan tunjangan bulanan keluarga berpenghasilan rendah, menurunkan sewa perumahan publik, memotong pajak perusahaan, dan meningkatkan pendanaan untuk dewan pengembangan perdagangan, seni, pariwisata serta rumah sakit umum.

Selain itu defisit anggaran diproyeksikan meningkat menjadi hampir £ 13,8 miliar pada tahun 2021. "Saya percaya hanya dengan anggaran seperti ini  kami dapat membantu komunitas kami dan perusahaan lokal dalam mengatasi kesulitan mereka," tambah Chan. Hong Kong meluncurkan dana bantuan yang mencakup pemberian uang tunai untuk bisnis dan sektor yang terkena dampak Covid-19.

Anggota Liga Sosial Demokrat menggelar demo di luar Dewan Legislatif  sebelum sekretaris keuangan mengumumkan rencana bagi-bagi uang.

Langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran corona di Hong Kong di antaranya  penutupan restoran dan fasilitas umum seperti perpustakaan, museum dan pusat olahraga. Pariwisata juga ikut terdampak akibat pembatasan perjalanan.  Ketidakpuasan publik atas pengaruh yang meningkat dari Beijing memicu protes dari warga pro-demokrasi di Hong Kong.

Tepatnya proposal yang kini telah ditarik terkait kemungkinan ekstradisi warga Hong Kong untuk diadili di pengadilan Tiongkok daratan. Ekonomi Hong Kong sendiri sangat tergantung pada perdagangan dan pariwisata dengan Cina, tempat virus corona pertama kali muncul awal tahun ini.

Chan yakin pembagian uang akan mendongkrak aktivitas perekonomian.

Hong Kong yang merupakan bekas koloni Inggris merupakan wilayah semi-otonom Cina dengan kebebasan sipil yang unik dan memiliki sistem ekonomi dan sistem hukum sendiri. Di luar itu banyak kelompok  muda Hong Kong yang menyatakan frustrasi karena minimnya kesempatan kerja. Hong Kong dikenal sebagai “pusat keuangan” dengan ekonomi yang didominasi taipan properti kaya.

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR