Karang Taruna Kelola Bank Sampah untuk Membantu Warga Miskin di Kab. Bandung

Bandung Raya

Kamis, 27 Februari 2020 | 15:33 WIB

200227153445-karan.jpg

PEMUDA Karang Taruna 09 Mandiri Desa Cicalengka Wetan Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, menjadi salah satu karang taruna yang memiliki inovasi dan kreativitas  dalam pengelolaan sampah rumah tangga, Kamis (27/2/2020).

Pemuda karang taruna ini mengelola sampah melalui bank sampah yang dibangun di lingkungan Kampung Kebon Suuk RW 09 Desa Cicalengka Wetan. Dari hasil pengelolaan bank sampah itu dimanfaatkan untuk kegiatan sosial guna menunjukkan keberpihakan mereka kepada masyarakat luas.  Mulai dari membantu anak yatim piatu, jompo, warga yang sedang sakit, dan kebutuhan sosial lainnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Luthfi Hafiyyan sangat mengapresiasi langkah para pemuda karang taruna tersebut. Bahkan Anggota DPRD asal Kecamatan Cicalengka ini sempat menemui para pemuda tersebut. Kunjungan kerja Luthfi itu dalam rangka menampung aspirasi di antara generasi muda yang memiliki inovasi dan ide kreatif dalam mengelola sampah rumah tangga, hingga memiliki nilai ekonomis dari sumber sampah tersebut.

Para pemuda pun merasa senang dan bahagia ketika dikunjungi anggota legislatif tersebut. Meski kunjungan Luthfi itu dilakukan secara mendadak, namun ia bersama sejumlah pemuda karang taruna sempat menjalin komunikasi dalam upaya pengelolaan sampah.

"Kunjungan dadakan menemui para pemuda karang taruna ini merupakan tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat untuk menampung aspirasi warga. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan harapannya, di antaranya menyampaikan berbagai program yang sedang dilaksanakan oleh pemuda karang taruna tersebut. Salah satunya dalam pengelolaan sampah berbasis sosial masyarakat," kata Luthfi kepada wartawan di Cicalengka.

Luthfi menyampaikan apresiasinya terhadap para pemuda karang taruna yang telah mengungkapkan program kerjanya. "Para pemuda karang taruna itu sedang mengembangkan pengelolaan bank sampah. Pengelolaannya berlandaskan nilai-nilai sosial," katanya.

Luthfi mengungkapkan, apa yang dilaksanakan oleh para pemuda sebagai pelopor penggerak pengelolaan bank sampah itu bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

"Soalnya apa yang dilaksanakan para pemuda itu jarang dilakukan oleh warga lainnya. Mengingat dari hasil pengelolaan bank sampah ini dipergunakan untuk kegiatan sosial dan membantu masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi," katanya.

Lebih lanjut Luthfi mengungkapkan, dalam pengelolaan sampah rumah tangga itu, pihak pengelola tak memungut anggaran kepada masyarakat luas.

Kreativitas para pemuda karang taruna itu, imbuh Luthfi tak hanya mengelola bank sampah, mereka juga sedang berusaha menata bantaran aliran Sungai Cikidul yang ada di kawasan Desa Cicalengka Wetan.

"Aliran Sungai Cikidul ini melalui Gua Peuteung yang merupakan peninggalan penjajah Jepang pada masa lampau," katanya.

Menurutnya, penataan aliran Sungai Cikidul itu dengan harapan bisa menjadi destinasi wisata untuk membangkitkan gairah para wisatawan lokal. "Aliran Sungai Cikidul itu merupakan potensi alam yang bisa dikembangkan untuk melestarikan lingkungan," katanya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR