Persingkat Kunjungan ke Luar Negeri, Emil Langsung Tinjau Banjir Pamanukan

Daerah

Kamis, 27 Februari 2020 | 14:11 WIB

200227142126-persi.png

Dally Kardilan

Gubernur Jabar didampingi Bupati Subang yang berpakaian BPBD saat menyapa korban terdampak banjir di Dusun Kedung Gede, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan.

SEUSAI mendarat di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung, Kamis (27/2/20) pagi, dari lawatannya ke Australia, Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil langsung meninjau lokasi banjir di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang.

Kang Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- mempersingkat kunjungan kerjanya ke luar negeri, untuk langsung kembali ke tanah air. Kang Emil diagendakan meninjau langsung kondisi banjir di beberapa titik di Kabupaten Subang dan melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah yang wilayahnya terdampak banjir.

“Ya, tadi setelah landing di Husein (Bandara Husein Sastranegara Bandung) beliau (Kang Emil) langsung meluncur ke Subang,” ujar Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Hermansyah.

Didampingi Bupati Subang H.Ruhimat yang baru pulang kunjungan kerja dari Australia, langsung datang ke wilayah banjir di Pantura, Subang tepatnya di Pamanukan, Kamis (27/2/2020) sekitar pukul 11.45 Wib.

Pada kesempatan itu, Istri Gubernur Jabar Ny. Atalia Kamil, Forkopimda Subang, BPBD, Muspika Pamanukan, PMI, Tagana, dan para relawan lainnya turut menyertai berkeliling ke pelosok terdampak banjir terutama di Desa Mulyasari. Sebab di daerah itu sebelumnya sangat parah dan masih ada titik yang tergenang banjir.

Warga yang terlewati dan terdampak banjir tampak menyambutnya dan minta bersalaman serta selfi dengan Gubernur dan Bupati Subang. Belum ada komentar yang dilontarkan kedua pejabat tersebut. Namun terlihat puas dengan kesigapan dan kebersamaan yang diwujudkan dibangunnya Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Kabupaten Subang di Makoramil Pamanukan.

Di Kabupatan Subang, Kang Emil akan meninjau beberapa titik lokasi yang sudah tergenang banjir sejak Senin (24/2/20).

Usai peninjauan, kata Herman, Kang Emil pun akan melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah setempat terkait penanggulangan lokasi dan korban.

“Nanti akan ada rakor dengan pemda di sini untuk upaya tanggap darurat,” kata Herman.

Banjir di Subang tepatnya di beberapa desa di Kecamatan Pamanukan sudah terjadi selama empat hari. Salah seorang ibu bernama Sami (41) mengatakan, dirinya sudah tiga hari ada di pengungsian. Sami mengatakan air datang menggenangi rumahnya sejak Senin (24/2/20) pagi.

“Katanya (banjirnya karena) luapan dari (Sungai) Cipunagara. Rumah saya kerendam sampai 1 meteran lebih,” kata Sami yang berasal dari Kampung Baru, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang.

Hingga hari keempat ini, kata Sami, sudah banyak warga pengungsian yang kembali ke rumahnya masing-masing.

“Kalau sekarang sudah banyak warga yang pulang, karena memang sudah agak surut,” katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR