MU Syaratkan Rp 54 Triliun Plus, Gagal Beli The Magpies Putra Mahkota Saudi Kembali Buru Setan Merah

Soccer

Kamis, 27 Februari 2020 | 13:56 WIB

200227135625-dilil.jpg

dailymail

Investor yang didukung keluarga kerajaan Arab Saudi, Saudi Public Investment Fund kembali menjadi berita dan lagi-lagi soal Manchester United. Dikabarkan meminati Newcastle United setelah pihak MU membantah ketertarikan Saudi, faktanya kini investor yang sama belum menyerah mendapatkan Setan Merah.

Dikutip dari DailyMail kemarin, pembicaraan mengenai pengambilalihan The Toons sempat mereda dalam beberapa pekan terakhir. Salah satunya melalui   pernyataan pedas bos The Magpies, Steve Bruce yang menolak kesepakatan antara  Putra Mahkota Mohammed bin Salman dengan klub melalui Mike Ashley.

Timbul tenggelam..

Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Laporan Shields Gazette, pembicaraan yang melibatkan Saudi Public Investment Fund ditunda setelah bocor di media. Berita tentang kemungkinan kesepakatan senilai £ 345 juta atau Rp 6,2 triliun pun muncul di Wall Street Journal.

Namun seiring berakhirnya spekulasi pembelian The Magpies, MBS dilaporkan ingin kembali ke tujuannya semula memiliki klub asal Manchester, The Red Devil. Bin Salman melakukan upaya keras untuk mengakuisisi United 18 bulan lalu tapi ditolak  pemilik klub  keluarga Glazer.

Mike Ashley (kiri) di tengah gosip pembelian The Magpies oleh putra mahkota Saudi.

Kabarnya diperlukan angka lebih dari £ 3 miliar atau Rp 54 triliun untuk meyakinkan The Glazers guna melepas klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. United sendiri merilis angka revenue  kuartal kedua 2019 minggu ini yang menunjukkan penurunan pendapatan dan peningkatan utang.

Hanya pendapatan komersial yang naik selama periode tersebut dengan revenue dari siaran, matchday, dan pendapatan keseluruhan turun. Utang pun meningkat sebesar £ 73 juta atau Rp 1,3 triliun menjadi £ 391,3 juta atau Rp 70 triliun.

Joel dan Avram Glazer.

Seperti dilansir Sportsmail, potensi pengambilalihan Saudi dapat diblokir oleh Liga Premier di tengah tudingan pemerintah Timur Tengah tersebut memfasilitasi pencurian komersial atas hak-hak televisi internasional.

Pihak liga tahun lalu menuduh Arab Saudi terlibat dalam pencurian kekayaan intelektual dengan menolak untuk mendukung tindakan hukum terhadap BeoutQ, yang disebut menyiarkan pertandingan liga secara ilegal menggunakan Organisasi Komunikasi Satelit Arab (ArabSat) yang juga milik negara di seluruh Timur Tengah dan Afrika.

Well..

Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR