Peneliti : Minum Kopi Dapat Meningkatkan Konsentrasi Berpikir

Bandung Raya

Kamis, 27 Februari 2020 | 12:29 WIB

200227121244-penel.jpg

Engkos Kosasih

PENELITI Kopi asal Jember Jawa Timur, Ucu Sumirat mengatakan, petani kopi dituntut harus bisa mengolah lahan pertanian kopi karena potensi penyakit (organisme pengganggu tumbuhan) lebih banyak.

"Tanaman kopi tak bisa memberikan jaminan kopi akan lebih bagus, sehingga para petani kopi dituntut harus bisa mengolah lahan pertanian kopi," kata Ucu Sumirat saat bimbingan teknis teknologi budidaya tanaman kopi arabika berkelanjutan di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Kamis (27/2/2020).

Ucu menambshkan, budidaya tanaman kopi arabika nilai jualnya sangat tinggi, yaitu bisa mencapai puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah per kg.

"Saat ini, harga kopi dunia mencapai Rp 50.000 per kg dalam bentuk beras. Saat ini, produksi kopi sudah banyak, sehingga harga turun," katanya.

Apa yang menyebabkan kopi bagus imbuhnya, karena konsumsi kopi cukup banyak. Yang tadinya tak minum kopi jadi minum kopi, dan sebelumnya peminum teh jadi minum kopi.

"Pesan saya mari mempertahankan kopi, dengan cara mengkampanyekan minum kopi. Kalau banyak yang minum kopi, harga kopi stabil. Kopi bisa diminum oleh anak-anak, dan minum kopi tak hanya untuk orang tua," ungkapnya.

"Kopi bagi anak-anak dapat meningkatkan konsentrasi berpikir dan minum kopi bisa menyehatkan. Bahkan minum kopi menunjang kesehatan, sehingga kopi bisa menjadi minuman dunia," tambahnya.

Ucu mengatakan tanaman kopi budidaya berkelanjutan, tanaman tetap berproduksi naik, faktor-faktor penunjang produksi masih terjaga dan secara ekonomis, masih layak diusahakan.

Ia melihat petani kopi sudah mulai digemari oleh kaum milenial dengan usia dibawah 50 tahun. Bertani kopi itu sangat menjanjikan, dan sebelumnya dalam proses pertanian kopi membutuhkan peras keringat dan kerja keras.

"Memiliki lahan seluas 1 hektare, tananaman kopi bisa menghasilkan satu ton dalam kondisi beras. Bahkan jika dikelola secara sungguh-sungguh bisa menghasilkan 2 ton," katanya.

Ia mengatakan harga kopi bergantung petani, apalagi kualitas kopinya lebih bagus. Ucu menjelaskan tentang panca usaha tani kopi, yaitu prinsip-prinsip budidaya kopi berkelanjutan. Caranya, penggunaan bibit unggul, persiapan lahan yang baik, pemupukan yang tepat, pemeliharaan kebun dan tanaman kopi, serta pengendalian hama dan penyakit.

"Penggunaan bibit unggul harus tahu varietasnya. Karakteristik varietas unggul kopi itu, daya hasil tinggi, cita rasa baik, tahan nematoda parasit, dan tahan penyakit karat daun," katanya.

Menurutnya, varietas unggul kopi itu, legal atau telah dilepas Menteri Pertanian, bahan tanaman asal kebun entres/benih bersertifikat dan adaptasi spesifik lokasi.

Ucu Sumirat mengatakan varietas unggul kopi arabika, di antaranya kopi S 795, sigarar utang, gayo 1, gayo 2, dan komasti.
Ia mengatakan, pemilihan varietas unggul kopi arabika, daerah dengan curah hujan merata sepanjang tahun (sigarar utang). Sementata daerah kurang sesuai dengan budidaya arabika (gayo 1, gayo 2, dan komasti).

Editor: Kiki Kurnia

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR