Tak Hanya Perkuat Tulang, Rajin Minum Kopi Tak Munculkan Masalah Jantung

Ragam

Kamis, 27 Februari 2020 | 13:24 WIB

200227112526-tak-h.jpg

BANYAK orang yang merasakan perasaan deg-degan usai mengonsumsi kopi terutama dalam jumlah besar. Hal ini yang membuat kandungan kafein di dalam kopi sering dihubungkan dengan munculnya penyakit jantung. Benarkah hal ini dapat terjadi?

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dasdo Antonius Sinaga menyampaikan, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Faktanya, jika kopi dikonsumsi dalam jumlah terbatas, yakni kurang dari 4 gelas sehari ya tidak memperburuk kesehatan. Bahkan bisa berefek positif pada kesehatan," jelas Dasdo yang dikutip dari Health Liputan6.com, Kamis (27/2/2020).

Manfaat minum kopi, di antaranya sebagai sumber antioksidan yang baik, yang mampu mengurangi risiko seseorang terkena penyakit apapun. Konsultan diet asal Amerika Serikat, Beth Witherspoon menyebut, konsumsi kopi rutin setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko terkena penyakit, seperti diabetes tipe 2, Parkinson, demensia, sirosis, dan beberapa jenis kanker.

Kita juga bisa tetap konsentrasi dengan minum kopi. Efek kafein mampu meningkatkan kewaspadaan, membantu tetap terkonsentrasi, dan memperbaiki suasana hati. Bukan hanya itu saja, minum kopi juga membuat seseorang terhindar dari stres.

Kondisi yang Bisa Membuat Kopi Menjadi Berbahaya
Dasdo menekankan, yang berdampak buruk bagi tubuh dari secangkir kopi adalah gula dan susu tinggi lemak. Apalagi jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi.

"Akibatnya, bisa meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, karena bersifat asam, kopi dapat menyebabkan masalah pada lambung, terutama pada orang-orang yang sensitif (punya riwayat penyakit lambung)," tegas dokter yang berpraktik di RS Awal Bros Bekasi.

Adanya peningkatan asam lambung dapat menimbulkan nyeri ulu hati, sesak napas hingga berdebar-debar. Gejalanya bisa menyerupai orang yang mengalami serangan jantung.

"Kopi tanpa gula (kopi pahit) yang diminum dalam porsi terbatas, yaitu 1-2 gelas per hari, tidak menyebabkan serangan jantung," tutup Dasdo.

Editor: Kiki Kurnia

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR