Pemkab Bandung Barat Blokir Tanah Eks Lapangan Pacuan Kuda di Lembang

Bandung Raya

Rabu, 26 Februari 2020 | 17:55 WIB

200226175635-pemka.jpg

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat memblokir tanah eks lapangan pacuan kuda yang berlokasi di Desa Kayuambon,  Kecamatan Lembang. Langkah ini sebagai upaya untuk mencegah terjadinya pemindahtangan secara legal kepada pihak lain.

Seperti diketahui,  tanah seluas 88.730 meter persegi  yang terletak dl Desa Kayuambon diklaim sebagai tanah milik ahli waris Oerki Oerkinah. Sementara Pemkab Bandung Barat juga memasukkan tanah di lokasi strategis tersebut sebagai aset daerah.

"Sudah dua kali Pemkab Bandung Barat melakukan pemblokiran atas aset tanah tersebut. Pertama pada tahun 2013 dan terakhir 2019," kata Kabid Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bandung Barat Asep Sudiro kepada galamedianews.com di Ngamprah,  Rabu (26/2/2020).

Pemblokiran itu, lanjut Asep, dimohonkan  kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung Barat, tujuannya untuk menghindarl terjadinya permohonan status kepemilikan dari pihak-pihak lain selain Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

"Selama dibilokir tidak ada pihak manapun yang bisa mensertifikatkan tanah yang menjadi penguasaan Pemkab Bandung Barat. Apabila sampai dilakukan pemindahan tangannya secara legal, maka akan berimplikasi pada persoalan hukum," tegasnya.

Asep menambahkan, tindakan pemblokiran itu karena adanya upaya  penguasaan fisik oleh pihak-pihak lain terhadap tanah pacuan kuda.

"Berdasarkan catatan yang ada pada kami, terdapat 39 bangunan yang berdiri di sana," ungkapnya.

Bangunan di tanah eks lapangan pacuan kuda sudah lama berdiri. Sudah ada di sana sebelum Kabupaten Bandung Barat terbentuk tahun 2007.

Menurutnya,  tanah eks lapangan pacuan kuda itu merupakan aset milik Pemkab Bandung Barat.  Hal itu sesuai dengan Keputusan Bupati Bandung  Nomor 030/Kep.229-Aset/2010 tentang Penghapusan Barang Milik Pemkab Bandung Yang Diserahkan Dari Pemkab Bandung kepada Pemkab Bandung Barat.

Surat keputusan tersebut direvisi dengan Surat Keputusan Bupati Bandung  Nomor 030/Kep.553-Aset/2012.

Kemudian diperkuat dengan berita acara serah terima pemindahtanganan aset Nomor 030/912/Aset  Dari Bupati Bandung Obar Sobarna kepada Bupati Bandung Barat Abubakar  tertanggal 1 Juli 2010.

Saat ini, tanah pacuan untuk pengoperasionalanya sudah diserahkan  kepada  Persatuan Olah raga Berkuda atau Pordasi Kabupaten Bandung Barat.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR