Virus Corona Merebak, Rupiah Masih Melemah

Nasional

Rabu, 26 Februari 2020 | 17:35 WIB

200226172823-virus.jpg

dok

ilustrasi

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (26/2/2020) sore melemah dipengaruhi wabah COVID-19.

Rupiah ditutup melemah 53 poin atau 0,39 persen menjadi Rp 13.940 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp 13.887 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di mengatakan, merebaknya kasus COVID-19 membuat pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan upaya untuk menahan gelombang perlambatan ekonomi yang saat ini sudah mulai terasa.

Namun, pemerintah masih terus berusaha dan optimis bahwa dampak Virus COVID-19 tidak terlalu berbahaya. Indonesia saat ini merupakan salah satu negara yang bebas dari epidemi virus tersebut dan terus membantu memberikan penanganan tentang penyakit tersebut.

"Optimisme ini membuat pelaku pasar kembali percaya terhadap pasar dalam negeri walaupun sore ini rupiah terus melemah. Namun pelemahan ini dampak dari data eksternal yang begitu kuat, sehingga baiknya data ekonomi dalam negeri tidak bisa mengangkat sentimen positif bagi mata uang garuda," terang Ibrahim di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus virus Covid-19 terus meningkat di luar Cina dengan jumlah kasus baru per hari hampir menyamai jumlah infeksi baru virus terkonfirmasi di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Berdasarkan data laporan situasi harian resmi WHO per 25 Februari 2020 yang dikutip di Jakarta, Rabu (26/2/2020) sebanyak 908 kasus baru Covid-19 terjadi secara global dengan rincian 518 kasus baru terjadi di Cina dan 390 kasus terjadi di luar Cina.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 13.885 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 13.885 per dolar AS hingga Rp 13.945 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 13.966 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 13.893 per dolar AS.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR