Layanan Darurat Dilakukan di Sejumlah Daerah Terdampak Banjir di Jawa Barat

Bandung Raya

Rabu, 26 Februari 2020 | 16:59 WIB

200226165932-layan.jpeg

dok

Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, layanan darurat dilakukan di sejumlah daerah terdampak banjir di Jabar, seperti Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang dan lain sebagainya.

"Perangkat daerah yang menangani bencana banjir dikerahkan untuk menangani dan memberikan layanan darurat kepada masyarakat terkena dampak," ungkapnya di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, berdasarkan laporan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar yang berada di lokasi banjir, telah dilakukan pendampingan assessment dengan membawa perahu karet. Selain itu, logistik berupa makanan siap saji, lauk pauk, sembako, tambahan gizi, matras, dan selimut juga sudah dikirimkan ke Kabupaten dan Kota Bekasi.

BPBD Jabar pun terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten dan Kota Bekasi untuk mendata korban terdampak. Selain wilayah Bekasi, pendampingan assessment dan pengiriman logistik juga dilakukan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang.

Dikatakannya, banjir yang menggenangi sejumlah titik di wilayah Bekasi pada Selasa (25/2/2020), disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi.

"Kondisi curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi saluran drainase yang kurang baik, serta terbatasnya daya tampung Kali Bekasi, menyebabkan terjadinya banjir di wilayah tersebut," katanya.

Setiawan menuturkan sejumlah program dan kegiatan sebagai upaya penanggulangan banjir di wilayah Bekasi. Menurutnya, semua itu telah disiapkan bersama oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Jabar serta Pemda Kabupaten/Kota.

"Dengan program peningkatan kapasitas sungai melalui normalisasi sungai dan kali seperti Kali Bekasi, Kali Blencong, Kali Busa, Kali Srengseng, Kali Menir, Kali Sadang, dan Kali Cikarang," terangnya.

Selain itu, ia menuturkan pihaknya akan dilakukan upaya-upaya pencegahan banjir melalui pembangunan sumur resapan, sistem tampungan di saluran primer, serta penampungan air hujan (Rain Water Harvesting). Juga dilakukan pembangunan tanggul pengaman pantai dan sungai, pembangunan sistem polder, serta perbaikan dan peningkatan kapasitas saluran drainase perkotaan.

"Keseluruhan program akan dituangkan dalam bentuk Komitmen Bersama dan Kesepakatan Bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota se-Jabodetabekpunjur (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur) yang difasilitasi oleh Dirjen Bangda Kemendagri," tuturnya.

Kepala Dinsos Jabar, Dodo Suhendra menerangkan, pihaknya telah mendirikan posko dapur umum di Rengasdengklok. Guna memenuhi kebutuhan logistik, Dinsos Jabar intens berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemsos).

"Bantuan logistik dari Dinsos Jawa Barat sudah dikirim ke Dinsos Kabupaten Karawang dan Subang. Untuk mengatasi kekurangan logistik, kami akan mengambil ke Kementerian Sosial," ujarnya.

Dodo menjelaskan, Dinsos Jabar terus berkoordinasi dengan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) kabupaten/kota terdampak banjir, untuk memantau perkembangan penanganan dan evakuasi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Supriyatno mengatakan, pihaknya berupaya bergerak cepat, melaporkan kondisi daerah terdampak banjir. Mulai dari jumlah rumah terendam, masyarakat yang mengungsi, sampai ketinggian air di setiap daerah.

"Di Kota Bekasi, kami melakukan pendampingan assessment dengan membawa perahu karet. Logistik berupa makanan siap saji, lauk pauk, sembako, tambahan gizi, matras, dan selimut, sudah kami kirim," ucapnya.

Selain Kota Bekasi, lanjutnya, BPBD Jabar melakukan pendampingan assessment dan mengirim logistik ke pengungsian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Subang.

"Kami akan terus memantau dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Kami juga sudah mengirim tim ke semua lokasi banjir agar penanganan banjir kali ini cepat dan tepat," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR