Seluruh Puskesmas di Kota Cimahi Sudah Menjadi BLUD

Bandung Raya

Rabu, 26 Februari 2020 | 14:08 WIB

200226140854-selur.jpg

Laksmi Sri Sundari

SEMUA Puskesmas di Kota Cimahi sudah berubah status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Status tersebut resmi disemangatkan ke 13 puskemas Kota Cimahi dengan ditandai penyerahan SK BLUD Puskesmas.

SK tersebut diserahkan oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna kepada masing-masing kepala puskemsas pada Senin (24/2) lalu di gedung Cimahi Technopark.

Menurut Ajay, pembentukan Puskesmas BLUD sebagaimana diatur pada Permendagri 79 tahun 2018 tentang BLUD harus lebih meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas menjadi lebih efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan bertanggungjawab dengan memperhatikan azas keadilan, dan kepatutan, serta manfaat sejalan dengan praktek bisnis yang sehat.

"Pembentukan BLUD Luskesmas diharapkan dapat meningkatkan peran Luskesmas sebagai garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dengan tidak mementingkan peningkatan pendapatan. Tetapi lebih kepada keseimbangan pelayanan kuratif dan rehablititaif, juga harus meningkatkan upaya promotif dan preventif," jelas Ajay di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Rabu (26/2/2020).

Pihaknya meminta jajaran puskesmas tidak salah arah mengartikan BLUD. "Ditetapkan untuk lebih meningkatkan pelayanan ke masyarakat, jadi tidak linier dengan peningkatan pendapatan atau bisnis semata, karena yang jadi objek ya, masyarakat," benernya.

Salah satunya manfaat perubahan status puskesmas, lanjut Ajay, memperpendek alur birokrasi. "Misalnya, kalau selama ini obat habis harus ke Dinkes dulu. Sekarang bisa pengadaan sendiri, tapi tetap dalam pengawasan," katanya.

Pihaknya memastikan puskesmas menerapkan tarif pelayanan sesuai ketentuan. "Yang dikhawatirkan akan muncul raja kecil bahwa semaunya dalam hal tarif, karena dituntut pendapatan. Itu tidak boleh terjadi, soal tarif dalam kendali Dinkes dan pakai perwal," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR