Ridwan Kamil Akan Dipidanakan Jika Tetap Menerima WNI eks ISIS

Bandung Raya

Rabu, 26 Februari 2020 | 13:25 WIB

200226141648-ridwa.jpg

Darma Legi

MASSA yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jawa Barat Peduli NKRI menggelar aksi unjukrasa terkait penolakan kepulangan WNI eks ISIS ke Indonesia, di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (26/2/2020). Dalam aksinya massa mendukung kebijakan pemerintah untuk menolak secara tegas WNI eks ISIS kembali ke Indonesia dan selamatkan masyarakat kususnya di Jawa Barat dari paham radikalisme dan teroris ISIS.

RENCANA pemulangan WNI eks ISIS ke Jawa Barat timbulkan penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jawa Barat Cinta NKRI, melakukan aksi penolakan di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (26/2/2020).

Dalam aksi tersebut, sejumlah elemen masyarakat Jawa Barat secara tegas menolak rencana kepulangan dari WNI Eks ISIS. Hal tersebut, karena ratusan warga yang menjadi anggota ISIS, dianggap telah terpapar paham terorisme.

"Tuntutannya kita meminta beliau (Ridwan Kamil, red) mencabut pernyataannya. Karena 689 WNI ini, telah berikrar menjadi anggota ISIS di negara Irak dan Suriah," ungkap Koordinator Aksi, M. Ijudin Rahmat disela aksi.

Menurutnya, setiap warga negara yang telah bersumpah setia kepada negara lain, harus dihapus kewarganegaraannya. Apalagi telah diatur dalam UU terorisme no 5 tahun 2018, terkait persoalan tersebut.

"Simpatisan aja yang mendukung ISIS atau teroris bisa dipidanakan, jadi kami sepakat jika Ridwan Kamil tetap menerima warga eks ISIS, maka akan mempidanakannya," ujarnya.

Dikatakannya kepulangan warga Eks ISIS menjadi perhatian, karena telah terpapar oleh ideologi terorisme. Sehingga dikhawatirkan dapat memberikan pengaruh negatif kepada masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat.

"Bagaimana bisa kita mengorbankan 250 juta rakyat Indonesia, karena ideologi tidak bisa hilang," katanya.

Ijudin menjelaskan bahwa pihaknya mendukung kebijakan Presiden RI yang menolak secara tegas WNI eks ISIS yang kembali ke Indonesia. Sehingga Gubernur Jawa Barat, juga bersama-sama menolak WNI tersebut tanpa syarat apapun.

"Katakanlah yang terpenting tobat, tapi mereka tidak akan benar karena ideologi mereka sudaj tertanam dalam hati dan jiwa. Maka bersama-sama kita selamatkan Indonesia dari paham-paham teroris," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR