Berawal di Asia Sapu Eropa dan Timur Tengah, Dari Karantina Hingga Travel Ban Corona Sandera Dunia

Dunia

Rabu, 26 Februari 2020 | 11:27 WIB

200226112600-dari-.jpg

dailymail

Kota-kota besar juga kota kecil di berbagai belahan dunia saat ini tersandera virus corona. Ini menyusul kebijakan sejumlah pemerintah yang memberlakukan karantina hingga pembatasan lalu lintas kota sebagai upaya membendung penyebaran virus corona.

Aparat keamanan kini ikut mengawasi pos-pos pemeriksaan di titik karantina. Para turis yang kadung menghabiskan waktu di hotel Kepulauan Canary misalnya terpaksa “dikurung” di kamar mereka. Peringatan perjalanan dan penangguhan penerbangan pun menjadi pilihan.

Para pekerja Stasiun Kereta Api Seoul Korea Selatan tetap bertugas.

Peziarah Syiah mengenakan masker di luar makam suci Imam Ali di Najaf, Irak.

Dikutip dari DailyMail kemarin, sebaran virus yang terus menggelembung di luar daratan Cina, memicu kekhawatiran global. Ini tercermin dari aktivitas pasar keuangan yang merosot. Krisis menyapu tak hanya wilayah dengan sebaran virus yang tinggi tapi juga beberapa negara terkaya di dunia, termasuk Korea Selatan dan Italia.

“Ini masalah waktu. Kita harus mencapai titik balik minggu ini," ujar  Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Kasus corona di Negeri Ginseng   bertambah 144 akhir pekan ini dengan total 977 orang terinfeksi.

Seorang warga duduk sendirian di luar bar di kanal Naviglio Grande di Milan, Italia.

Korean Air juga mengonfirmasi salah satu kru dinyatakan positif. Namun pihak maskapai tidak mengungkapkan di penerbangan mana kru tersebut bertugas.  Di pangkalan militer A.S. di Daegu, pusat infeksi  Korea Selatan, para pejabat mengatakan pasangan suami istri mantan anggota militer  juga  terinfeksi. Sedangkan di negara kecil Teluk Persia Bahrain, kasus corona menimpa sopir bus sekolah.

Iran sejauh ini menangani 95 kasus yang dikonfirmasi. Angka resmi menunjukkan 15 orang meninggal akibat virus yang berasal dari Cina ini. Yang juga dinyatakan positif yaitu kepala satuan tugas virus corona Iran yang sehari sebelumnya memberikan konferensi pers di Teheran di mana ia mencoba memaparkan minimalisasi bahaya yang ditimbulkan wabah corona.

Seorang warga Iran membeli obat di apotek di Tehran dengan mengenakan masker.

Fakta ini menunjukkan tantangan yang kini dihadapi Republik Islam Iran di tengah kekhawatiran jika level keseriusan wabah di Negeri Seribu Mullah itu  jauh lebih luas daripada yang diakui secara resmi.

Di saat yang sama negara-negara di seluruh Timur Tengah juga telah mengonfirmasi kasus-kasus virus corona yang terkait dengan Iran. Iran sendiri sempat membantah memiliki catatan kasus corona.

Di utara Italia dengan lebih dari 200 orang terinfeksi corona, 12 kota ditutup dan polisi bermasker kini berpatroli. Dua negara tetangga Italia, Kroasia dan Austria pun melaporkan kasus corona pertama mereka. Dan seorang dokter Italia yang tinggal di hotel Kepulauan Canary dinyatakan positif hingga karantina diberlakukan pada ratusan tamu.

Kursi-kursi tampak kosong di kawasan destinasi wisata  St. Mark Venesia, Italia.

Turis Rusia mengenakan topeng karnaval dan masker anti-corona di St. Mark.

Terakhir Kroasia, Hongaria, dan Irlandia meminta waarga agar tidak bepergian ke daerah yang terkena dampak virus corona di Italia. Bahrain juga menangguhkan penerbangan ke Dubai, sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengeluarkan peringatan perjalanan untuk tujuan Korea Selatan.

Sedangkan Jepang mendesak warga untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu ke daerah-daerah yang paling parah dilanda corona di Korea Selatan. Budaya jam kerja yang panjang di Jepang pun harus berkompromi dengan corona.

Pemerintah secara resmi mendesak pengusaha untuk mengizinkan karyawan melakukan transaksi via alat telekomunikasi dan bekerja dengan jam yang lebih fleksibel. Langkah sederhana yang disebut Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diharapkan dapat membantu mengendalikan penyebaran virus.

Staf Chonnam National University Korea Selatan mengenakan perlindungan maksimal.

Seorang pekerja membersihkan bus umum kota Ahvaz Iran.

"Kita berada di fase yang sangat penting dalam mengakhiri penyebaran infeksi pada tahap awal," kata Abe pada pertemuan satuan tugas wabah corona. Sementara Spanyol hari ini mengonfirmasi kasus corona keempat di Catalonia.

Dan kasus dokter di Italia yang terinfeksi saat sedang berlibur di Tenerife  memicu karantina sekitar 1.000 tamu di H10 Costa Adeje Palace. Bahkan di tempat-tempat di mana tidak ada kasus pun kini pihak berwenang tetap waspada, termasuk Denmark.

Dua bekas barak militer kini dipersiapkan sebagai pusat karantina. Sejauh ini belum ada kepastian menyenai cara paling efektif guna membatasi epidemi corona.

Polisi Spanyol berpatroli di luar hotel H10 Costa Adeje Palace di Tenerife, Canary Island.

Italia saat ini mengambil langkah-langkah pencegahan paling ketat di Eropa untuk kasus COVID-19. Italia menjadi titik sebaran  terbesar di luar Asia. Para ahli di Jepang dengan salah satu sistem kesehatan paling canggih di dunia mengakui  penanganan kasus crona di kapal pesiar Diamond Princess belum sempurna dan bisa membuat sebaran meningkat.

Menyusul ketidakpastian penanganan paling efektif untuk corona, Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran menyatakan pihaknya belum akan menutup perbatasan atau membatalkan even-even massal.

"Kami tidak menutup perbatasan karena kami tidak akan mampu. Jadi kami tidak melakukannya karena tidak ada artinya," katanya melalui radio Prancis RTL. “Haruskah kita melarang even? Haruskah kita menghentikan Fashion Week? Haruskah kita menunda pertandingan? Haruskah kita menutup universitas? Jawabannya adalah tidak,” tegasnya.

Pekerja menyemprotkan desinfektan sebagai tindakan pencegahan COVID-19 di gimnasium di Seoul, Korea Selatan.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kedua kiri) membahas langkah pencegahan penyebaran COVID-19 di Balai Kota Daegu.

Cina sendiri melaporkan 508 kasus baru dan 71 kematian lainnya, 68 di antaranya terjadi di pusat wabah Wuhan, tempat epidemi pertama kali terdeteksi pada bulan Desember. Data terbaru ini membuat total kasus corona daratan Tiongkok menjadi 77.658 dengan 2.663 kematian.

Tetapi sementara Cina tetap menjadi pusat kasus corona, perhatian dunia ini berpindah ke titik sebaran selanjutnya. Iran dinilai sebagai sumber transmisi baru di Timur Tengah, termasuk Irak, Kuwait dan Oman, yang bergulat dengan sebaran di perbatasan.

Di kota tenggara Korea Selatan, Daegu dan daerah sekitarnya, kepanikan membuat aktivitas terhenti. Negeri Ginseng melaporkan kematian ke-11 dan mengonfirmasi lonjakan hampir 15 kali lipat dalam seminggu terakhir.

Monitor kamera termal menunjukkan suhu tubuh orang-orang di gerbang gimnasium di Seoul, Korea Selatan.

Warga memakai masker dan antre memasuki supermarket yang membatasi jumlah pembeli di Beijing, Cina.

Para pejabat kesehatan mengatakan mereka tengah menyelesaikan tes ratusan anggota sebuah gereja yang tercatat sebagai kelompok dengan catatan infeksi paling tinggi. Pihak gereja telah menyerahkan daftar 200.000 anggotanya secara nasional. "Kami menciptakan dan memperbaiki sistem seiring berjalannya waktu," kata Dr. Kim Jin-hwan dari Pusat Medis Dongsan University Keimyung di Daegu.

Liga bola basket profesional Korea Selatan mengatakan melarang kehadiran penonton sampai wabah terkendali, sementara Kota Busan mengatakan kejuaraan tenis meja dunia yang rencananya akan diselenggarakan Maret ini akan ditunda hingga Juni. Militer Korea Selatan juga mengonfirmasi 13 tentara positif tertular corona. Karantina pun diperluas dan pelatihan lapangan terpaksa dihentikan.


Editor: Mia Fahrani

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR