Kini Sapu Daratan Eropa, Panik di Italia Empat Negara Baru Konfirmasi Serangan Mematikan Corona

Dunia

Rabu, 26 Februari 2020 | 10:08 WIB

200226100813-kini-.jpg

dailymail

Virus mematikan corona kini menyapu seluruh Eropa seiring sebaran  di Italia yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Kini Swiss, Austria, Kroasia dan daratan Spanyol mengonfirmasi kasus pertama dari infeksi virus pembunuh yang sejak menjadi berita akhir Desember lalu telah menyebar ke 40 negara.

Dikutip dari DailyMail, Rabu (26/2/2020) semua kasus baru meliputi dua kasus di Austria, satu di Kroasia, satu di Swiss, satu di Barcelona dan dua di Tenerife yang diduga memicu sebaran hingga ke utara Italia yang kini dilanda panik virus yang belum pernah ditangani sebelumnya di mana pun.

Kesibukan di sebuah klinik di Kroasia.

Warga Spanyol kini bepergian dengan masker.

Lonjakan kasus di Italia terbilang dramatis sejak diketahui Jumat lalu dengan jumlah warga terinfeksi dari enam kini menjadi 322. Jumlah kematian pun mencapai 11 setelah seorang wanita berusia 76 tahun hari ini meninggal di kota Treviso, Veneto.

Kota-kota di wilayah Veneto dan Lombardy sebelumnya dikarantina setelah sejumlah kasus muncul. Kawasan selatan Jerman juga melaporkan kasus positif pertamanya malam ini setelah seorang pria berusia 25 tahun dari Baden-Wuerttemberg yang baru-baru ini mengunjungi Milan dinyatakan positif corona.

Sebaran corona di Eropa.

Lebih dari 80.000 orang di seluruh dunia telah terinfeksi, sementara setidaknya 2.700 diketahui meninggal akibat virus yang memicu pneumonia ini. Eropa sendiri sudah memiliki catatan sejumlah kasus corona sebelum wabah di Italia menginfeksi 360 pasien.

Meski demikian zona bebas paspor Schengen  tetap terbuka dan negara tetangga Negeri Pizza pun memastikan untuk menjaga perbatasan, Pejabat kesehatan di Tenerife sore kemarin mengonfirmasi kasus kedua atau  yang kelima di Italia setelah istri seorang dokter  dinyatakan positif COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.

Sebaran dan lonjakan kasus di Italia.

Sebelumnya Spanyol mengonfirmasi kasus keempat virus corona dan yang pertama di daratan. Pasien yang dilaporkan mengunjungi wilayah yang terkena virus corona di Italia itu dirawat di Barcelona. Sementara seorang warga  Jerman di pulau La Gomera menjadi kasus pertama Spanyol pada 31 Januari lalu.

Swiss juga melaporkan kasus baru virus corona hari ini setelah seorang pria berusia 70 terinfeksi usai menghadiri acara pada 15 Februari tak jauh dari Milan. Sebelum kasus ini, pemerintah Swiss menyatakan telah meningkatkan pengujian pada pasien dengan gejala flu. Pihak berwenang di negara bagian Tyrol, Austria juga membenarkan dua kasus corona.

Aksi borong kebutuhan sehari-hari di Italia.

Kepanikan di sebuah hotel di Tenerife.

Franz Katzgraber, kepala departemen kesehatan negara bagian Tyrol, mengatakan pihak berwenang tengah melacak kemungkinan kontak pasien di Austria dengan pemicu infeksi. Herbert Kickl, mantan menteri dalam negeri Austria juga menyerukan pengurangan penyeberangan di perbatasan.

Di hari  yang sama pemerintah Kroasia mengonfirmasi kasus COVID-19 seorang warga yang berada di Milan antara 19 – 21 Februari lalu. Menteri Kesehatan Vili Beros mengatakan, "Saat ini ia menunjukkan tanda-tanda penyakit yang lebih ringan dan kami berharap tetap seperti itu."

Kasus-kasus di Kroasia dan Austria mengonfirmasi kekhawatiran jika ledakan  kasus di Italia yang padat turis dapat menyebarkan virus ke seluruh benua. Wilayah Lombardy, kawasan sekitar Milan dan pegunungan Alpen menjadi titik paling terdampak. Sekitar 200 orang dipastikan terinfeksi COVID-19 selama akhir pekan.

Total sebaran corona di berbagai belahan dunia.

Aparat Lombardy berjaga-jaga.

Wabah yang memicu kepanikan di seluruh Eropa ini membuat perjalanan bus dan kereta api yang melintasi perbatasan dihentikan. Pemerintah Italia menutup 35 titik transportasi di Lombardy, tempat virus mulai menyebar dengan cepat. Warga yang melanggar larangan terancam hukuman penjara tiga bulan.

Ada juga kasus baru yang dikonfirmasi di wilayah Veneto, Friuli-Venezia Giulia, Piemonte dan Emilia-Romagna. Belum termasuk di kota-kota yang dikarantina seperti Castelgerundo, Terranova dei Passerini, Bertonico, San Fiorano, Maleo, Codogno, Somaglia dan Fombio.

Anggota parlemen Italia kini bertugas dengan masker.

Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia kemarin mengatakan tindakan karantina di Italia termasuk ketat dan diharapkan mampu membendung sebaran. Pemerintah Inggris juga memperbarui “aturan” bagi warga yang telah berada di Italia utara untuk mengisolasi diri di rumah jika mulai merasa sakit.

Editor: Mia Fahrani

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR