Soal Jakarta "Tenggelam", Abu Janda Sebut Anies Baswedan Diazab Tuhan

Nasional

Selasa, 25 Februari 2020 | 21:04 WIB

200225210433-soal-.jpg

Twitter/@permadiaktivis

HARI ini, Selasa (25/2/2020), sebagian besar wilayah DKI Jakarta kembali "tenggelam" seperti halnya awal tahun yang lalu. Bahkan banjir kali ini lebih parah dan luasannya bertambah.

Selama awal tahun 2020, sudah lebih dari 5 kali warga ibukota harus berjibaku dengan banjir. Kali ini, beberapa wilayah di Jakarta yang selama ini tak pernah banjir, malah ikut terdampak. Salah satu contohnya ialah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM.

Bahkan akibat banjir, peralatan medis yang penting dan mahal harganya milik RSCM mengalami kerusakan. Siapa yang harus bertanggung jawab?

Dilansir dari viva.co.id, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan masih jadi orang yang dipersalahkan atas bencana banjir beruntun ini. Lihat saja di papan trending topik Twitter, banyak sekali kata dan kalimat yang berhubungan dengan banjir Jakarta dan Anies menjadi yang paling disoroti. Dua hastag yang lagi panas ialah #AniesTenggelamkanDKI dan #AzabGabenerBodong.

Hastag #AniesTenggelamDKI seperti lumayan halus sebagai bentuk kritik masyarakat atas kinerja Anies dalam mengatasi banjir. Nah gimana dengan hastag #AzabGabenerBodong? Apa benar Anies kena azab sehingga banjir secara beruntun tenggelamkan Jakarta?

Abu Janda alias Permadi Arya, si pria penuh kontroversi ternyata ikut memakai hastag #AzabGabenerBodong dalam mengkritik kinerja Anies terkait banjir.

Dalam kicauannya, pria yang baru menjalankan nazar mencukur kumis itu sangat yakin banjir yang terjadi berjilid-jilid di Jakarta adalah azab tuhan terhadap Anies.

"Bukti karma is real," tulis Abu Janda di Twitternya, @permadiaktivis.

Sayangnya, pada Twitt itu Abu Janda mengaitkan antara unjukrasa yang terjadi berjilid-jilid di Jakarta saat Anies maju sebagai calon Gubernur DKI dengan azab tuhan itu.

"Jadi Gubernur Lewat Demo Berjilid-jilid. Dibalas Tuhan Diazab Banjir Berjilid-jilid," tulis Abu Janda di atas dua foto yang dilengkapinya di Twittnya itu.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR