Pariwisata Terimbas Virus Corona, Pemerintah Diskon Tiket Pesawat 30 Persen

Pariwisata

Selasa, 25 Februari 2020 | 19:22 WIB

200225192213-pariw.jpg

kastara.ID

Menteri Keuangan Sri Mulyani

PEMERINTAN akan memberikan insentif berupa diskon tiket pesawat domestik sebesar 30 persen mulai Maret 2020. Langkah itu dilakukan untuk mendongkrak industri pariwisata yang tertekan karena dampak wabah virus corona atau Covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah menyiapkan insentif Rp 443,9 miliar untuk diskon tiket pesawat sebesar 30 persen dengan tujuan 10 destinasi wisata. Diskon tiket itu dijadwalkan berlangsung sejak Maret hingga Mei 2020.

"Bentuk diskon 30 persen potongan harga tiket untuk 25 persen 'seat' (okupansi) per pesawat yang menuju 10 destinasi wisata," terangnya di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Artinya, diskon 30 persen itu berlaku untuk 25 persen dari total kapasitas penumpang per penerbangan. Diskon ini bersifat on top atau dalam artian maskapai dapat memberikan diskon tambahan di luar insentif dari pemerintah.

Sedangkan 10 tujuan destinasi wisata adalah Danau Toba di Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Malang di Jawa Timur, Manado di Sulawesi Utara, Bali, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, serta Batam dan Bintan di Kepulauan Riau.

Sri Mulyani menyampaikan hal tersebut usai menghadiri rapat terbatas dengan tema lanjutan pembahasan dampak Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia. Rapat ini dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Selain insentif bagi tiket penerbangan domestik itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp 298,5 miliar untuk memberikan insentif kepada maskapai dan agen perjalanan. Hal ini bertujuan agar mereka dapat mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.

Insentif itu dapat digunakan oleh maskapai dan agen perjalanan untuk memperluas pemasaran, representatif pariwisata, maupun promosi melalui tokoh "influencer" (figur berpengaruh di media sosial).

Di samping itu, pemerintah juga menihilkan pajak hotel dan restoran di 10 destinasi wisata untuk memacu ekspansi dua pelaku industri pariwisata tersebut. Sebagai gantinya, pemerintah akan memberikan subsidi atau hibah ke pemerintah daerah yang terdampak penurunan tarif pajak hotel dan restoran dengan total nilai Rp 3,3 triliun.

Beberapa insentif itu termasuk dalam paket kebijakan pemerintah untuk memitigasi dampak dari wabah Covid-19 yang mempengaruhi perekonomian sejumlah negara di dunia.

Melambatnya ekonomi Cina akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Cina merupakan mitra dagang dan mitra investasi penting bagi Indonesia.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR