Ratusan Pohon di Bandung Utara Rawan Tumbang

Bandung Raya

Selasa, 25 Februari 2020 | 18:58 WIB

200225185808-ratus.jpg

ruangrinduhujan.wordpress.com

ilustrasi

SEKITAR 200 pohon di kawasan Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Bandung Utara rawan tumbang. Hal itu dilihat dari kondisi pohon yang sudah tua dan keropos, sehingga harus segera dirobohkan.

Administratur Perum Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin mengungkapkan, sejumlah pohon yang rawan tumbang itu berada di wilayah Cikole, Cisarua, dan Manglayang. Dari 200 pohon rawan tumbang, sekitar 70 pohon di antaranya sudah dirobohkan.

"Sejumlah pohon yang dirobohkan itu berada sangat dekat dengan jalan raya dan permukiman warga. Jadi bukan ditebang, tapi dirobohkan," ujarnya, Selasa (25/2/2020).

Menurut dia, sejumlah pohon itu dirobohkan dari akar-akarnya. Nantinya, batang pohonnya disimpan sampai lapuk dan tidak boleh dimanfaatkan karena bukan untuk keperluan umum.

Perobohan akan dilakukan agar 200 pohon yang rawan tumbang itu tak berdampak bahaya pada warga. Namun, perobohan bergantung pada kondisi di lapangan.

"Kami lebih waspada dan sudah mendapat surat dari pimpinan untuk mengidentifikasi pohon rawan tumbang untuk kemudian dirobohkan. Sebab, perobohan harus dengan persetujuan pimpinan," katanya seperti ditulis wartawan "PR", Cecep Wijaya.

Ia mengatakan, setelah melakukan perobohan pohon tua, pihaknya langsung menanam sebanyak tiga hingga lima pohon untuk pengganti satu pohon yang telah dirobohkan. Hal itu dilakukan untuk peremajaan pohon, sehingga kawasan hutan tetap terlindungi.

Terakhir, pohon tumbang dari lahan Perhutani menimpa dua rumah semi permanen di Kampung Sukawana, RT 1 RW 13, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga rusak berat, Kamis (20/2/2020). Pohon jenis pinus setinggi 20 meter dengan diameter 70 sentimeter itu tumbang setelah sebelumnya terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB, Duddy Prabowo mengungkapkan, dari sejumlah daerah di KBB, wilayah utara dan selatan yang merupakan kawasan perbukitan memang kerap dilanda bencana alam.

"Selain puting beliung, kawasan tersebut juga rawan longsor dan pergerakan tanah," ujarnya.

Dengan kondisi itu, Duddy mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana alam tersebut. Ia juga menyiagakan sejumlah personelnya untuk melakukan penanganan bencana alam.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR