BP Jamsostek Ajak Seluruh Pekerja Baik Formal Maupun Informal untuk Peroleh Perlindungan Kerja

Bandung Raya

Selasa, 25 Februari 2020 | 18:05 WIB

200225180715-bp-ja.jpg

DENGAN peningkatan manfaat, BP Jamsostek mengajak seluruh pekerja baik formal maupun informal untuk memperoleh perlindungan kerja. Mengingat masih banyak pekerja yang belum terdaftar, terutama dari sektor informal, seperti pedagang, petani dan lain sebagainya.

Peningkatan manfaat tersebut, sesuai dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian (JKK dan JKM).

Direktur Pelayanan BP Jamsostek, Krishna Syarif mengatakan, bahwa tingkat kepesertaan pekerja informal di Jawa Barat masih rendah. Pasalnya dari 25 juta orang angkatan kerja, baru 343 ribu pekerja informal yang terdaftar.

"Artinya baru 3 persen pekerja informal dari seluruh angkatan kerja yang terdaftar BP Jamsostek di Jawa Barat, terkait perlindungan kerja," ungkapnya kepada wartawan di Trans Luxurt Hotel, Jln. Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (25/2/2020).

Menurutnya, untuk pekerja formal yang terdaftar pada jaminan perlindungan kerja pemerintah tersebut, sekitar 2,9 juta pekerja. Kendati demikian, diakuinya bahwa angka tersebut masih belum ideal untuk di Jawa Barat.

"Untuk 2020 kita menargetkan 4,5 juta kepesertaan, meski ini juga masih ideal. Tentu dalam mendorong ini, dibutuhkan partisipasi semua pihak," ujarnya.

Khrisna menjelaskan di wilayah Jabar, kelompok pekerja yang belum mendapatkan perlindungan, terutama para pekerja di sektor informal yang rentan ketika terjadi risiko kecelakaan kerja dan kematian, antara lain nelayan, petani, sopir, asisten rumah tangga, hingga guru honorer.

"Dari data terakhir, kasus pembayaran kecelakaan kerja dan kematian antara 2016 sampai dengan 2019, terjadi peningkatan kasus dan jumlah pembayaran di wilayah Jabar," katanya.

Dikatakannya peningkatan manfaat, seperti peningkatan santunan pengganti upah, bantuan beasiswa, homecare hingga santunan kematian. Ia menjelaskan bahwa jaminan sosial sangat penting untuk dimiliki rakyat, apalagi oleh para pekerja yang memiliki begitu banyak risiko saat bekerja.

"Sehingga ketika terjadi musibah tidak dapat segera ditangani dan membutuhkan biaya yang begitu besar. Akibatnya para pekerja dan keluarganya yang paling merasakan dampaknya," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Plh. Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa pihaknya mendukung aturan peningkatan manfaat dua program jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) di Badan Penyelenggara Jamsostek (BPJamsostek).

"Peraturan ini  memberikan kemudahan dan perlindungan menyeluruh kepada para pekerja, sehingga diharapkan mereka merasa nyaman dan tenang saat bekerja," ucapnya.

Kang Uu menilai, pekerja yang memiliki rasa aman, nyaman, dan tenang serta ada rasa bahagia saat bekerja, akan memberikan dampak positif yakni peningkatan produktivitas pekerjaan.

Selain itu, Ia berharap agar peserta atau penerima manfaat BPJamsostek di Jabar semakin bertambah. Hal tersebut juga ikut menciptakan kemudahan jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Semakin tenang karyawan dan karyawati bekerja, karena ada jaminan jika terjadi hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR