Seluas 2.194 Hektare Tanaman Padi Terancam Hama Penggerek Batang

Bandung Raya

Selasa, 25 Februari 2020 | 16:32 WIB

200225163911-selua.jpg

MEMASUKI cuaca ekstrem bulan ini, seluas 2.194 hektare  lahan pertanian padi yang tersebar di 27 kecamatan di Kabupaten Bandung, terancam organisme pengganggu tumbuhan (OPT) jenis hama penggerek batang. Dari ribuan hektare luas lahan pertanian padi yang terancam hama itu, Kecamatan Kutawaringin yang paling luas terancam yaitu mencapai 285 hektare, sedangkan Kecamatan Paseh dan Solokanjeruk masing-masing seluas 225 hektare.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ir. H. A. Tisna Umaran, M.P., melalui Kepala Bidang Sarana Prasarana Ir. Yayan Agustian, M.Si.,  kepada galamedianews.com di Soreang, Selasa (25/2/2020).

Menurut Yayan, dari ribuan hektare luas lahan pertanian padi sawah yang terancam itu, seluas 62 hektare sudah mendapatkan serangan OPT jenis hama penggerek batang. Serangan hama penggerek batang itu diketahui sejak pertengahan Februari lalu.

"Seluas 62 hektare lahan pertanian padi yang terserang OPT penggerek batang itu kerusakannya masih intensitas ringan dan masih bisa dikendalikan oleh para petani penggarap di masing-masing wilayah.  Kondisinya belum mencapai ambang ekonomi/ambang kendali," kata Yayan didampingi Kasi Perlindungan Tanaman Pertanian, Ir.  Agus Lukman.

Yayan menjelaskan, lahan pertanian padi yang mengalami serangan hama penggerek batang itu di antaranya tersebar di Kecamatan Rancabali, Cicalengka, Ciparay, Cimaung, Pacet, Ibun, Paseh, Baleendah, Arjasari, Katapang, Soreang, Cileunyi, Cilengkrang, dan Kecamatan Cimenyan. 

"Dengan luas serangan antara 1 hektare sampai lahan yang terluas 16 hektare. Serangan hama itu bisa disebabkan karena faktor cuaca," katanya.

Ia mengatakan, melihat luas lahan yang mengalami serangan OPT itu, jajaran Dinas Pertanian bersama brigade perlindungan tanaman sabilulungan, petugas OPT, petugas penyuluh lapangan dan kelompok tani, melakukan upaya pengendalian dengan cara menggunakan bahan kimia pestisida maupun non pestisida.

"Luas lahan yang dikendalikan mencapai 76 hektare. Supaya tidak menyebar ke lahan pertanian lainnya.  Pengendalian serangan OPT itu dengan cara penyemprotan yang dilaksanakan pada siang hari, setelah air embun pada tanaman itu turun, " katanya.

Yayan pun mengungkapkan luas lahan tanaman pertanian padi di Kabupaten Bandung ini mencapai 23.838 hektare. Dengan umur tanaman yang bervariasi, bahkan ada yang sudah berusia 80 hari dan baru beberapa pekan ini usia tanamnya.

"Kecamatan Ciparay dan Rancaekek yang paling luas tanamnya, yaitu mencapai di atas 2.000 hektare. Sedangkan di kecamatan lainnya dibawah kedua kecamatan itu. Dan paling sedikit di Kecamatan Margahayu seluas 54 hektare karena berada di kawasan perkotaan, begitu juga Kecamatan Rancabali mencapai 124 hektare," katanya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR