Warga yang Tinggal Di Perbukitan dan Pegunungan Harus Waspada

Bandung Raya

Selasa, 25 Februari 2020 | 13:39 WIB

200225134017-warga.jpg

Engkos Kosasih

MENGHADAPI cuaca ekstrem saat ini, masyarakat yang bermukim di kawasan perbukitan maupun lereng kaki pegunungan untuk hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan dini. Pasalnya, kawasan perbukitan maupun lereng kaki pegunungan dengan kemiringan di atas 35 derajat rawan longsor disaat terjadi retakan pada musim hujan.

"Kami berharap kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem. Intinya, kita harus sedia payung sebelum hujan. Artinya, kita harus sama-sama meningkatkan kewaspadaan, jangan sampai ada kejadian yang tak diharapkan," kata Camat Ibun Adjat Sudradjat kepada galamedianews.com di Ibun Kabupaten Bandung, Selasa (25/2/2020).

Adjat mengatakan di Kecamatan Ibun, sejumlah desa merupakan kawasan perbukitan dan pegunungan. Mulai Desa Mekarwangi, Laksana, Ibun, Dukuh, dan Desa Neglasari masuk pada kawasan perbukitan dan pegunungan.

Adjat mengatakan, kawasan perbukitan dan lereng gunung itu rawan terjadi retakan tanah yang berpotensi terjadinya pergerakan tanah. "Retakan tanah itu sangat rawan dan berpotensi terjadi bencana longsor. Apalagi dalam benerapa hari terakhir ini, karena memasuki cuaca ekstrem, curah hujan cukup tinggi," katanya.

Ia pun meminta warga untuk melakukan pengawasan dan memonitor lokasi lereng yang rawan terjadi pergerakan tanah.

"Mumpung saat ini memasuki musim hujan, lahan kritis yang minim pohon tegakan untuk ditanami pohon. Pohon berfungsi untuk mengikat tanah, selain mencegah erosi. Selain itu tananam berfungsi untuk menyerap air disaat turun hujan," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR