Enam Tahun Eyang Anom Tega Setubuhi Dua Anak Tirinya, Satu di Antaranya Hamil

Crime Story

Selasa, 25 Februari 2020 | 11:21 WIB

200225112403-enam-.jpg

Laksmi Sri Sundari

Y. Supriadi alias Eyang Anom (50), tega memperkosa dua anak tirinya yakni M (20) dan T (19) selama enam tahun. Hingga seorang di antaranya hamil dan melahirkan anak benih YS.

Akibat perbuatannya tersebut YS, dilaporkan salah satu anak tirinya yang berinisial T (20) ke Polres Cimahi. Saat ini YS yang sehari-hari berprofesi sebagai dukun ini sudah ditahan di Mapolres Cimahi

Eyang Anom diamankan ke Mapolres Cimahi pada Kamis (21/2/2020) sore. Saat itu pelaku diketahui usai melakukan persetubuhan terhadap T, yang dipergoki oleh ibu kandung korban berinisial SK (42).

Tersangka melakukan aksi bejatnya itu di ruang praktik dukunnya di Kampung Babakan Tegalaja, RT 04/RW 05, Desa Sukatani, Desa Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Tersangka selalu melakukan ancaman kekerasan dengan memukul korban menggunakan kayu balok atau kapak bila korban tidak mau untuk bersetubuh," ungkap Kapolres Cimahi, AKBP M. Yoris Maulana Yusuf Marzuki di Mapolres Cimahi Jln. Amir Mahmud, Selasa (25/2/2020).

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tersangka, aksi rudapaksa itu dilakukan terhadap korban T sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Saat korban SMP hingga korban 19 tahun 8 bulan pelaku melakukan persetubuhan," terang Yoris.

Sebelumnya, Eyang Anom sebagai dukun itu pernah mendekam di penjara selama 4 tahun, akibat terbukti melakukan pencurian. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukuman 15 tahun dan ditambah diperberat 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana tersebut," kata Yoris.

Sementara itu dukun Eyang Anom mengaku melakukan aksi bejat terhadap anak tirinya itu dikarenakan tergoda. Ia melakukannya di ruang praktik dukunnya.

"Iya tergoda, lama-lama jadi terbiasa. Pintunya dikunci. Saya ngancem biar anaknya mau," ujarnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR