Alami Depresi Karena Bahasa, TKI Asal Bandung Barat Dipulangkan

Bandung Raya

Selasa, 25 Februari 2020 | 10:11 WIB

200225101228-alami.jpg

SEORANG Tenaga Kerja Indonesia (TKI), bernama Kulsum yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi mengalami depresi. Padahal perempuan kelahiran 30 Maret 1976, asal Kampung Cipadang Manah RT 001/RW 016, Desa/Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ini baru berangkat ke negara King Salman tersebut sekitar delapan bulan lalu.

"Selama delapan bulan di Arab Saudi, dia tiga kali pindah majikan. Terakhir kabarnya, dia mengurus orang stres," kata anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Nur Djulaeha kepada galamedianews.com di Padalarang, Selasa (25/2/2020).

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dari Fraksi PKS ini menerima laporan dari warga tentang nasib Kulsum yang mengalami depresi berat. Kemudian dia berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat.

"Alhamdulillah pihak Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat responsif dan langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memulangkan Kulsum," kata Nur.

Pihak keluarga di Padalarang sangat berharap Kulsum secara dipulangkan ke Indonesia. Mereka khawatir dengan kondisi Kulsum yang mengalami depresi jauh dari keluarga.

Secara terpisah, Kepala Seksi Penempatan dan Perluasan Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat, Sutrisno membenarkan ada warga Kabupaten Bandung Barat yang menjadi TKI di Arab Saudi mengalami depresi. Dia berangkat ke luar negeri melalui sponsor dari Kabupaten Cianjur.

"Kulsum berangkat ke Arab Saudi secara ilegal. Karena tidak mendapat bekal pengetahuan untuk bekerja di Arab Saudi, seperti bahasa sehingga selama bekerja mengalami kendala bahasa. Hal itulah yang membuatnya mengalami depresi," kata Sutrisno.

Sekalipun keberangkatannya secara ilegal, lanjutnya, namun pemerintah tetap memberikan perlindungan bagi warga negaranya.

"Kami tidak melihat itu ilegal atau legal, yang jelas dia butuh segera mendapat pertolongan. Makanya kita segera tangani," tandasnya.

Setelah melalui jalur diplomatik, akhirnya Kulsum dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (21/2/2020) lalu. Setiba dari bandara langsung dibawa ke RS Kramat Djati Polri, Jakarta.

"Hari ini, tim dari Pemkab Bandung Barat, terdiri dari Disnakertrans, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial berangkat ke Jakarta untuk membawa pulang Kulsum. Pihak keluarga ingin Kulsum dibawa ke Padalarang supaya mudah merawatnya," ujarnya.

Rencananya Kulsum akan akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat yang berada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

"Dia kan masih harus ditangani secara medis, tidak bisa dibawa pulang ke rumah. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak RSJ untuk booking kamar," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR