Sidang Tahunan Kongres Rakyat Nasional Cina Ditunda Akibat Wabah Virus Corona

Dunia

Senin, 24 Februari 2020 | 20:04 WIB

200224200451-sidan.jpg

SIDANG tahunan Kongres Rakyat Nasional (NPC) sebagai satu-satunya lembaga legislatif di Cina ditunda akibat wabah virus corona jenis baru yang telah menelan ribuan nyawa manusia itu.

Penundaan sidang tahunan itu diputuskan melalui pemungutan suara di kalangan Komite Tetap NPC di Beijing pada Senin (24/2/2020).

Rapat tahunan ketiga pimpinan dan anggota NPC ke-13 ditunda agar bisa mengimplementasikan kebijakan yang dikeluarkan oleh Komite Sentral Partai Komunis China (CPC) dalam mengoordinasikan pengendalian virus corona jenis baru atau COVID-19 dan pembangunan ekonomi dan sosial, demikian salah satu poin keputusan Komite Tetap tersebut.

Penundaan juga dimaksudkan agar semua pihak lebih berkonsentrasi dalam menghadapi epidemi guna menjamin kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat setempat.

Mengenai kepastian waktu sidang tahunan ketiga NPC ke-13 tersebut akan diputuskan di kemudian hari, demikian Komite Tetap NPC yang dikutip media resmi setempat.

NPC merupakan satu-satunya lembaga legislatif Cina yang beranggotakan 2.980 orang, sehingga menjadikannya sebagai badan legislatif dengan jumlah anggota terbesar di dunia.

Berdasarkan Konstitusi Cina, NPC merupakan badan legislatif unikameral yang berwenang membuat undang-undang, mengawasi roda pemerintah, dan memilih pejabat tinggi negara.

Anggota NPC dipilih untuk masa jabatan lima tahun. Setiap tahun mereka bersidang pada bulan Maret di Balai Agung Rakyat yang berada di sebelah barat Lapangan Tian'anmen, Beijing.

Sidang tahunan NPC digelar bersamaan dengan pertemuan Komite Nasional Konferensi Penasihat Politik Rakyat (CPPCC) sebagai badan konsultatif yang anggotanya mewakili beberapa kelompok sosial masyarakat.

Sebelumnya Antara mendapatkan undangan liputan sidang tahunan NPC tersebut. Namun tidak seperti biasanya undangan tersebut tidak disertai tanggal pelaksanaan. Biasanya sidang tahunan NPC digelar pada 10-14 Maret setiap tahun. 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR