Imbas Virus Corona, Perusahaan Perjalanan Wisata Pangkas Hari Kerja

Pariwisata

Senin, 24 Februari 2020 | 19:49 WIB

200224194628-imbas.jpg

dok

ilustrasi

SEJUMLAH perusahan perjalanan wisata tanah air mulai melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah shift dan hari kerja. Langkah tersebut diambil menyusul anjloknya perjalanan wisata akibat wabah Corona yang membuat banyak calon pelancong menunda perjalanan.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Budijanto Ardiansjah mengatakan, dampak dari merebaknya virus Corona banyak perjalanan wisata yang ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Perjalanan wisata yang ditunda tidak hanya yang masuk ke Indonesia tetapi juga kunjungan wisatawan asal Indonesia ke negara lain.

Beberapa destinasi yang paling terpengaruh tentunya Cina karena sudah tidak ada lagi penerbangan menuju negara tersebut. Namun selain itu, destinasi Korea dan Jepang pun terkena dampak dengan banyaknya penundaan sampai situasi kembali stabil.

"Untuk inbond yang Eropa masih berjalan. Sebagian besar mengambil penerbangan langsung tidka lagi transit ke negara lain," tuturnya saat dihubungi wartawan "PR", Yulistyne Kasumaningrum, Senin (24/2/2020).

Dengan banyaknya penundaan tersebut, lanjut Budijanto, tentunya secara otomatis akan memengaruhi bisnis perjalanan wisata di tanah air yang mengalami penurunan. Diungkapkan, saat ini sejumlah perusahaan perjalanan wisata melakukan efisiensi.

"Wabah Corona sudah hampir dua bulan. Sampai saat ini belum sampai ke merumahkan pekerja namun sudah mulai dilakukan pengurangan shift kerja, yang awalnya enam hari kerja menjadi lima hari kerja. Harapannya kondisi bisa kembali stabil," paparnya.

Lebih lanjut, turunnya permintaan perjalanan wisata pun juga terlihat dari keputusan sejumlah maskapai penerbangan yang membatalkan beberapa perjalanan. Diantaranya yang terbaru adalah Singapore Airlines yang melakukan pembatalan untuk dua rute penerbangan dari dan ke Indonesia.

Singapore Airlines membatalkan dua rute penerbangan dari dan menuju ke Indonesia untuk jadwal penerbangan hingga periode Mei 2020. Hal serupa dilakukan oleh dan Silk Air dengan membatalkan 10 rute penerbangan pada periode yang sama.

"Pembatalan ini memang karena load factor yang turun sebagai imbas dari Corona dimana banyak orang yang membatasi perjalanannya. Kita berharap kondisi ini tidak terus berlanjut dan bisa segera kembali normal," ujarnya.

Melihat situasi yang terjadi saat ini serta dampak sampingan dari wabah Corona, Budijanto berharap agar masyarakat tidak mudah untuk termakan ataupun menyebarkan berita hoaks yang diperoleh melalui media sosial. Pasalnya, berita hoaks tersebut sangat merugikan.

"Berita hoaks sangat merugikan karena menimbulkan efek psikologis. Harus diberikan berita positif agar tidak khawatir," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR