Dua Ruang Kelas Ambruk, Banjir Pamanukan Meluas

Daerah

Senin, 24 Februari 2020 | 19:14 WIB

200224191452-dua-r.jpeg

Dally Kardilan

AKIBAT hujan yang terus menerus, sejumlah sungai meluap dan menyebabkan ratusan rumah terdampak banjir di wilayah Pamanukan, Subang, umumnya Pantura. Bahkan ada bangunan atau ruang sekolah dan rumah yang ambruk.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, ambruknya bangunan ruang kelas di SMPN 1 Patok beusi terjadi Senin (24/2/2020) akibat hujan deras ditambah bangunan yang sudah lapuk. "Betul, bangunan dua ruangan kelas itu roboh akibat hujan terus menerus. Tetapi bangunan itu sudah lama tidak dipakai," kata Kepala Sekolah SMPN I Patokbeusi, Y Wirama.

Disebutkan, tidak terpakainya bangunan yang dibuat sejak tahun 1983 memang kondisinya tidak layak sehingga sekitar 2 bulan tidak dipergunakan kembali. Atap bangunan akhirnya roboh karena sudah lapuk dan ada beberapa penyangga yang patah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan hanya kerugian materi bangunan.

Meluas
Sementara itu banjir akibat meluapnya Sungai Cigadung di wilayah Pamanukan tampak meluas sehingga beberapa ratus warga mengungsi dan dievakuasi di bawah Fly Over jalur Pantura. "Kita fokus evakuasi korban banjir untuk lansia dan anak-anak," ungkap Kepala BPBD Subang, H. Hidayat.

Keberadaan mereka untuk sementara disana sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Selain dibantu dari Tagana, juga standby tim medis atau bantuan ambulans dari Dinas Kesehatan dan PMI Kabupaten Subang. "Kalau malam ini tidak hujan, Insya Allah besok banjir sedikit demi sedikit akan surut," katanya.

Dari informasi yang diperoleh banjir juga terjadi di daerah Pagaden sehingga ada 4 rumah milik Agus, Selamet, Ibu Ipah dan Ibu Uju terendam dan mengungsikannya ke rumah tetangganya.

Demikian pula di daerah kecamatan Pusakanagara ketinggian air mencapai 15-20 sentimeter bahkan lebih akibat luapan Sungai Cipunagara dan rumah yang terdmpak berkisar 30 rumah.

"Kalau keseluruhan atau di 7 desa wilayah kita yang terdampak banjir ada 249 rumah dengan ketinggian air 30-40 sentimeter," kata Danramil Pusakanagara, Kapten Inf. Sanadi didampingi Kapolsek AKP Hidayat.

Sedangkan di wilayah kecamatan Pusakajaya di 8 Desa terdmpak 242 rumah dengan ketinggian air hampir sama, termasuk wilayah Kecamatan Compreng di 8 desa sebanyak 168 rumah dengan ketinggian 20-30 sentimeter. Semua penghuni rumah masih berada di rumahnya masing masing.

Dari wilayah kecamatan Purwadadi akibat luapan kali Jambe terutama di Dusun Kumendung RT 01/01 Desa Rancamahi Kecamatan Purwadadi mengakibatkan 20 rumah warga tergenang air setinggi 60-80 sentimeter. Ditambah adanya rumah robo di Blok Bojonggending RT 10/Rw 02, Desa/Kecamatan Purwadadi.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR