Kumuh dan Becek Akibat Hujan, Omzet Pedagang Pasar Tagog Padalarang Menurun 30-40%

Bandung Raya

Senin, 24 Februari 2020 | 11:37 WIB

200224114323-kumuh.jpg

Dicky Mawardi

OMZET pedagang Pasar Tagog Padalarang yang berlokasi di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat mengalami penurunan 30-40 persen selama musim hujan ini. Kondisi pasar yang kumuh dan becek menjadi salah satu penyebab turunnya pendapatan.
"Kondisi di dalam pasar yang kumuh, ditambah sekarang sedang musim hujan membuat lantainya menjadi becek. Kondisi itu membuat calon pembeli enggan masuk sampai ke dalam pasar," kata Kiki Behaqi salah satu tokoh pembina pedagang Pasar Tagog di Padalarang, Senin (24/2/2020).
Yang paling merasakan pengaruh musim hujan adalah pedagang yang berada di dalam pasar. Pembeli enggan masuk begitu melihat kondisi di dalam pasar yang kumuh dan bekas air hujan.
"Pembeli lebih suka berbelanja di luar pasar. Dengan kondisi sekarang mah, jam 11 siang pasar sudah sepi pembeli. Tinggal menyisakan pedagang saja," ungkapnya. 
Ia memperkirakan penurunan juga dipengaruhi menurunnya daya beli masyarakat. Ditambah pembeli lebih suka yang praktis dengan cara  di pinggir jalan. 
Kiki bersama pedagang berharap,  revitalisasi Pasar Tagog Padalarang bisa dilaksanakan tahun ini. Pasalnya, sudah bertahun-tahun rencana merevitalisasi salah satu.pasar tradisional terbesar di Kabupaten Bandung Barat ini namun tidak  terealisasi. 
"Bahkan kesalip sama Pasar Batujajar dan Panorama Lembang.. Padahal revitalisasi Pasar Tagog Padalarang sudah direncanakan sejak zaman Pemkab Bandung. Kemudian pada awal berdiri Kabupaten Bandung Barat juga sempat dilelang, namun sayangnya tidak pernah terealisasi," paparnya.
Kini harapan baru muncul. setelah beberapa orang perwakilan pedagang sempat berdialog dengan Bupati Aa Umbara Sutisna.  Bupati menyampaikan bahwa revitalisasi Pasar Tagog Padalarang akan dimulai setelah Idulfitri. 
"Tentunya ini menjadi angin segar bagi pedagang.  Mudah-mudahan saja tidak meleset lagi," tukasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat Ricky Riyadi mengatakan,  proses lelang ulang dilaksanakan Januari. Ditargetkan Maret sudah ada pemenang, kemudian Maret-April dilanjutkan proses memorandum of understanding (Mou) dan perjanjian kerja sama (PKS).
"Kami menjadwalkan sekitar bulan April dan Mei sudah mulai dibangun tempat penampungan sementara (TPS) bagi  pedagang Pasar Tagog. Jadwal ini kami sesuaikan dengan Idulfitri yang jatuh pada Mei, jadi pedagang akan tetap berjualan di pasar lama. Baru setelah Idulfitri, pedagang akan menempati TPS dan pasar Tagog mulai direvitalisasi. Untuk lokasi TPS masih di wilayah Padalarang," paparnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR