Peninggalan Ice Age, Pemburu Serahkan Temuan Burung yang Tetap Utuh Setelah 46.000 Tahun

Ragam

Senin, 24 Februari 2020 | 11:17 WIB

200224111615-penin.jpg

dailymail

Seekor burung ditemukan dalam kondisi utuh setelah membeku selama 46 ribu tahun di Siberia. Burung yang dinamai Icebird oleh para peneliti ini diketahui berkelamin betina dan diyakini sebagai temuan pertama “burung beku” yang ditemukan di teritori Rusia tersebut. Para peneliti percaya burung  mati secara alami sebelum membeku selama puluhan ribu tahun.

Dikutip dari DailyMail kemarin, burung yang ditemukan pemburu fosil ini diperkirakan hidup di masa pertengahan zaman es. Spesimen horned lark atau burung bertanduk modern ini awet dengan sempurna dalam lapisan es di terowongan tambang dekat desa Belaya Gora Siberia.

Palaeontolog Love Dalén dari Museum Sejarah Alam Swedia mengepalai penelitian burung yang terkubur di area permafrost atau tanah yang berada di titik beku pada suhu 0 °C.

Utuh setelah puluhan ribu tahun.

Nenek moyang horned-lark.

Dalén dan koleganya Nicolas Dussex dari Center for Palaeogenetics di Stockholm mamaparkan berdasar kadar radiokarbon burung tadi hidup sekitar 46 ribu tahun  lalu dan diidentifikasi sebagai nenek moyang burung bertanduk modern atau Eremophila alpestris.

Awalnya para peneliti kebingungan, namun bantuan dari ornitolog melalui Twitter mengungkap burung tersebut merupakan kerabat dari dua subspesies berbeda dari burung bertanduk yang ditemukan di Rusia dan Mongolia.

"Temuan ini menyiratkan bahwa perubahan iklim terjadi pada akhir zaman es terakhir hingga memicu pembentukan subspesies baru," ujar Dalén kepada CNN. Tim berspekulasi burung mati secara alami dan kemungkinan membeku dengan sangat cepat.

Diyakini mati secara alami.

Ditemukan juga spesies lain di titik yang sama.

"Fakta bahwa spesimen yang begitu kecil dan rapuh itu hampir utuh menunjukkan bahwa kotoran atau lumpur yang melapisinya mengendap secara bertahap," tambah Dussex kepada CNN. "Atau setidaknya tanah relatif stabil sehingga bangkai burung terjaga dengan baik selama rentang waktu sejak kematiannya."

Studi usia burung melibatkan penanggalan radiokarbon dan analisis genomik dari apa yang mungkin merupakan burung beku pertama yang ditemukan dari Zaman Es terakhir. "Tidak ada otopsi yang dilakukan, tapi saya pikir kita dapat menyimpulkan kematiannya alami karena jika tidak jasadnya akan hancur." Sejauh ini nama resmi belum diberikan kecuali julukan Icebird.

Belum memiliki nama resmi.

Selain itu di situs yang sama peneliti juga menemukan anak anjing beku berusia 18.000 tahun, kemungkinan anjing atau serigala dan saat ini masih dipelajari. Temuan lengkap dari penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Communications Biology.


Editor: Mia Fahrani

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR