Butuh Anggaran dan Pelatihan SDM untuk Hidupkan Desa Wisata di Jabar

Kabar DPRD Jabar

Senin, 24 Februari 2020 | 10:11 WIB

200224101148-butuh.jpg

ist

ADA tiga hal penting dalam membangun desa wisata yang mandiri. Pertama, mengenal potensi wisata yang bisa dikembangkan. Kedua, perencanaan pembangunan wisata yang jelas dan matang. Ketiga, sumber daya manusia (SDM).

"Ketiga hal tersebut menjadi sangat penting dan harus menjadi pondasi membangun desa wisata di Jawa Barat ke depan," ujar Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Achdar Sudrajat saat memimpin studi banding Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Barat ke Desa Wisata Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (18/2/2020).

Terkait dengan SDM, Achdar mengatakan, menjadi faktor penting agar pengelolaan desa wisata bisa berkesinambungan.

"Perlu ada kerja sama antarstakeholder di desa serta kesadaran mendasar dari setiap masyarakat dengan potensi desa yang dimiliki untuk membangun desa wisata yang sukses," ungkapnya.

Achdar menambahkan, Jawa Barat memiliki banyak desa wisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Supaya desa-desa wisata tersebut tetap hidup, SDM -nya harus mempunyai pemahaman yang tepat tentang desa wisata.

"Menjadi pekerjaan rumah pemerintah saat ini untuk bisa memberikan bantuan anggaran dan pelatihan kepada masyarakat di desa wisata, supaya masyarakat desa wisata tersebut dapat bersaing dan berjalan berkesinambungan," katanya.
 
Sementara itu, anggota Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Barat, Yunandar Eka Perwira mengapresiasi Desa Wisata Ponggok yang sukses menjadi desa wisata dengan salah satu parameternya, yaitu bisa mandiri secara ekonomi.

"Pendapatan desanya mencapai Rp 16 miliar tahun 2018. Itu menunjukan suatu hal yang luar biasa diantara desa-desa yang lainnya yang hanya Rp 1 Miliar,"  ujar Yunandar.

Yunandar menurutkan, saat ini banyak dibangun desa wisata di Jawa Barat. Namun sayangnya, banyak yang "mati" karena tidak mampu meningkatkan dan mempertahankan nilai jual wisatanya.

"Bagaimana meningkatkan dan mempertahankan nilai jual dari wisata yang ada sehingga turis tetap datang kembali, itulah yang menjadi salah satu kunci membangun desa wisata di Jawa Barat," jelas Yunandar.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR