DPRD Minta Masyarakat Jabar Kompak untuk Jabar Juara

Kabar DPRD Jabar

Senin, 24 Februari 2020 | 09:37 WIB

200224093804-dprd-.jpg

ist

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Bartat menggelar Forum Silahturahmi Masyarakat Jawa Barat Tahun 2020 dengan tema "Rempug Jukung Sauyunan Pikeun Ngawujudkeun Jabar Juara Lahir Batin", di Puri Agung Convention Hall Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Silaturahmi dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari dan Oleh Soleh. Hadir juga Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat, Anggota DPD RI utusan Jawa Barat, 27 Bupati/Walikota atau yang mewakili, 27 Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, 17 orang Menteri dan Pejabat Pusat Setingkat Eselon I asal Jawa Barat, serta  sesepuh dan tokoh Jawa Barat.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari mengapresiasi program tersebut. Ia berharap forum ini bisa terus berlanjut dan ini menjadi awal yang cukup bagus untuk menguatkan Jawa Barat juara lahir batin.

“Kami berharap seluruh masyarakat solid dan kompak untuk bersama-sama memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat terutama berkontribusi membawa APBN dan bantuan pemerintah pusat untuk Provinsi Jawa Barat dalam rangka membangun Jabar Juara Lahir Batin,” kata Ineu.

Kontribusi tersebut bisa mengakselerasi keberhasilan dalam pelaksanaan program prioritas Pemda Provinsi Jabar yang sudah ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Jika program prioritas terwujud, maka kesejahteraan masyarakat Jawa Barat dipastikan akan terus meningkat.

Ada semblan program prioritas yang tertuang dalam RPJMD 2018-2023 menjadi topik bahasan dalam Sawala, Pertama meningkatkan akses pendidikan untuk semua. Kedua, desentralisasi pelayanan kesehatan. Ketiga, meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. Keempat, mengembangkan destinasi wisata dan infrastruktur pariwisata. Kelima mewujudkan pesantren juara. Keenam, meningkatkan infrastruktur konektivitas wilayah. Ketujuh, gerakan membangun desa. Kedelapan memberikan subsidi gratis untuk golongan ekonomi lemah. Kesembilan, meningkatkan inovasi pelayanan publik dan penataan.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Jawa Barat mengatakan, ada ketidakadilan dalam kucuran anggaran (dana Transfer) dari APBN ke daerah, khususnya ke Jabar.

"Jabar yang berpenduduk mencapai lebih kurang 50 juta jiwa memperoleh kucuran dana transfer lebih kecil dibandingkan dengan Jawa Tengah yang berpenduduk 34 juta jiwa dan Jawa Timur 38 juta jiwa,” katanya.

Emil mengungkapkan ketidakadilan lainnya, yaitu dar jumlah kepala daerah.
"Kita dengan penduduk hampir 50 juta tapi hanya diurus oleh 27 kepala daerah, kita lihat Jawa Timur 38 juta diurus oleh 38 kepala daerah, bahkan Jawa Tengah yang jauh lebih kecil 34 juta diurus oleh 6 daerah lebih banyak dari Jawa Barat," terangnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, alokasi dana untuk Jawa Barat juga tidak seimbang dengan beban 50 juta warga yang dikelola 27 kabupaten kota.

"Kalau kita lihat ini adalah dana-dana dari APBN transfer menggabungkan angka-angka yang masuk ke seluruh daerah, karena deerahnya hanya 27, maka dana APBN-nya hanya Rp48 triliun. Tapi karena Jawa Timur diurus 38 daerah maka dana transfernya berbeda Rp6 triliun setiap tahun, itulah yang kami maksud ada ketidakadilan dari sisi fiskal yang harus kita fikirkan," papar Emil.

Bahkan Emil menilai.kondisi Jawa Tengah dan Jawa Timur mendapat hak berbeda dibanding Jawa Barat. "Kalikan jumlah anggota dewannya, berarti atensi per individu masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur itu lebih diberi atensi oleh negara ketimbang Jawa Barat," katanya.

Emil berharap ketidakadilan yang dialami Jawa Barat bisa jadi atensi dan  diperjuangkan para wakil rakyat di tingkat pusat. "Sehingga selama 5 tahun nanti kita tidak ada gap yang terlalu besar, padahal kita ini 20 persennya Indonesia, kalau sudah urusan pilpres, pileg, kita paling diperebutkan suaranya, tapi kalau dari sisi kebermanfaatan yang dirasakan, kejomplangan itu masih terasa. Mohon diingat-ingat betapa rakyat Jawa Barat masih jauh dari yang kita harapkan," tambahnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR