Pabrik Narkotika Rumahan Ini Sehari Menghasilkan 200 Pil dan Dijual ke Jakarta

TKP

Minggu, 23 Februari 2020 | 20:18 WIB

200223212311-pabri.jpg

Remy Suryadie

BADAN Narkotika Nasional (BNN) dibackup BNNP Jabar, Polda Jabar dan Polrestabes Bandung, Minggu (23/2/2020) petang, menggerebek sebuah rumah yang menjadi tempat produksi narkotika, di Jalan Cingised, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.

Penggerebekan dipimpin langsung Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari. Dari hasil pengerebekan, petugas BNN dapati ada beberapa alat produksi dan jutaan pil yang diduga narkotika tersebut. 

Pantauan di rumah tersebut, ada dua alat produksi yang berada di ruangan depan dan satunya lagi berada dipaling belakang. Petugas juga terlihat tengah memeriksa beberapa orang yang diduga operator dari pabrik rumahan tersebut. 

Saat penggerebekan, terlihat ada lima orang yang menggunakan baju tahanan BNN. Kelimanya di antaranya Iwan Ridwan alias Japra yang berperan sebagai pengawas di sekitar rumah, kedua bernama Marfin alias Vino, yang mengedarkan narkotika tersebut.

Kemudian Sukaryo yang berperan sebagai pemilik rumah dan juga berperan sebagai orang yang mengambil bahan pembuatan pil narkotika.  Kemudian dua orang lainnya bernama Budi dan seseorang yang kerap dipanggil Pak Haji, yang berperan sebagai pembuat narkotika. Dan satu lainnya yang belum diketahui identitas dan  perannya. 

"Saya hanya menjual saja. Biasanya ke Jakarta menjualnya. Untuk harga saya jual 2 juta satu dus dan dapat untuk 1 juta," kata Marfin, salah seorang tersangka. 

Sementara Sukaryo mengatakan pabrik rumahan ini sudah berjalan selama dua bulan. Dalam satu harinya, pabrik rumahan itu dapat membuat 200 butir pil yang diduga narkotika. 

Untuk mendapatkan bahan bakunya, Aryo mengatakan ia mendapat kiriman dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Ia hanya mendapat kabar, jika terdapat kabar ada kiriman bahan baku, yang biasanya dikirim menggunakan bus antas provinsi dari Jakarta. 

Biasanya barang baku itu, dikirimnya dengan berbentuk karung-karungan bahan pokok pembuat narkotika. 

"Sehari 200 pil, itu dua dua. Satu dusnya di jual 1 juta," kata pria yang kerap di panggil Aryo. 

Pil yang diduga narkotika ini, lanjut Aryo jika mengkonsumsinya dapat memberikan rasa bugar terhadap tubuh penggunanya. 

"Untuk jenisnya belum diketahui. Informasi di lapangan, masih ada barang buktu di luar tempat ini. Kita akan sampaikan besok untuk detailnya," kata Arman Depari, di sela-sela pengerebekan. 

Sementara itu, warga yang berada di lokasi tidak menyangka rumah itu menjadi pabrik narkotika. Ketua RT 3, Leni (46) mengaku  tempat tersebut seringkali terlihat sepi dari aktivitas sehingga warga setempat tidak mencurigai apapun.

"Terkejut dan gak curiga. Biasanya sepi aja," kata dia di lokasi. Saat ini, petugas masih berada di dalam rumah. Petugas kepolisian dari Polda Jabar dan Polrestabes Bandung turut hadir di lokasi penggerebekan.

Editor: Kiki Kurnia

  • BERITA TERKAIT

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR